Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BEA Cukai bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) merilis survei manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) tahun 2017.
Dalam survei tersebut total perusahaan yang dikaji sebanyak 1.606 dengan rincian 1.244 di Kawasan Berikat (KB) dan 362 di Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Total fasilitas KB dan KITE di tahun 2017 sebesar Rp57,28 triliun dan berkontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp90,6 triliun.
"Rasio ekspor terhadap impor yang menggunakan fasilitas KB dan KITE sebesar 2,40 artinya setiap nilai 1 dolar AS bahan baku yang diimpor dengan kedua fasilitas tersebut telah menghasilkan nilai 2,40 dolar AS produk yang telah diekspor," kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/2).
Baca juga: Kemenperin Usulkan Penurunan Bea Impor Mobil Listrik
Selain berkontribusi terhadap penerimaan negara, fasilitas kepabeanan tersebut juga berkontribusi kepada nilai ekspor KB dan KITE yang mencapai Rp780,83 triliun atau setara dengan 34,37% nilai ekspor nasional. Tak hanya itu, jumlah tenaga kerja yang diserap dari pemanfaatan fasilitas itu mencapai 1,95 juta orang dimana 97% dari total tersebut diisi oleh tenaga kerja lokal.
Nilai investasi yang dihasilkan dari kedua fasilitas tersebut mencapai Rp178,17 triliun dan menciptakan indirect economy activities yaitu tumbuhnya 95.251 jaringan usaha langsung dan 268.509 usaha tidak langsung yang meliputi usaha akomodasi, perdagangan, makanan dan transportasi. (OL-7)
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved