Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BEA Cukai bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) merilis survei manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) tahun 2017.
Dalam survei tersebut total perusahaan yang dikaji sebanyak 1.606 dengan rincian 1.244 di Kawasan Berikat (KB) dan 362 di Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Total fasilitas KB dan KITE di tahun 2017 sebesar Rp57,28 triliun dan berkontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp90,6 triliun.
"Rasio ekspor terhadap impor yang menggunakan fasilitas KB dan KITE sebesar 2,40 artinya setiap nilai 1 dolar AS bahan baku yang diimpor dengan kedua fasilitas tersebut telah menghasilkan nilai 2,40 dolar AS produk yang telah diekspor," kata Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/2).
Baca juga: Kemenperin Usulkan Penurunan Bea Impor Mobil Listrik
Selain berkontribusi terhadap penerimaan negara, fasilitas kepabeanan tersebut juga berkontribusi kepada nilai ekspor KB dan KITE yang mencapai Rp780,83 triliun atau setara dengan 34,37% nilai ekspor nasional. Tak hanya itu, jumlah tenaga kerja yang diserap dari pemanfaatan fasilitas itu mencapai 1,95 juta orang dimana 97% dari total tersebut diisi oleh tenaga kerja lokal.
Nilai investasi yang dihasilkan dari kedua fasilitas tersebut mencapai Rp178,17 triliun dan menciptakan indirect economy activities yaitu tumbuhnya 95.251 jaringan usaha langsung dan 268.509 usaha tidak langsung yang meliputi usaha akomodasi, perdagangan, makanan dan transportasi. (OL-7)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved