Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) perluas lapangan penumpukan peti kemas atau container yard di Pelabuhan Tenau guna mendukung mewujudkan pelabuhan Tenau menjadi pelabuhan Internasional.
"Untuk 2019, guna mendukung program pemerintah NTT menjadi Pelabuhan Tenau sebagai pelabuhan internasional, kami akan perluas lapangan penumpukan peti kemas," kata Kepala Pelindo III Cabang Kupang Baharuddin, Selasa (22/1).
Hal itu disampaikannya ketika ditanya soal permintaan wakil gubernur NTT agar Pelabuhan Tenau dikembangkan menjadi pelabuhan Internasional, agar proses ekspor-impor ke Australia dan Timor Leste kedepannya bisa dilakukan di NTT.
Baca juga: Pelindo II: Seluruh Fasilitas Pelabuhan Aman
Dia menjelaskan saat ini lapangan penumpungan kontainer di Pelabuhan Tenau hanya mampu menampung 3.500 boks kontainer namun jika diperpanjang lagi 20 ribu meter persegi maka jumlah penumpukannya akan bertambah menjadi lima ribu boks kontainer.
"Kami tambahkan 20 ribu meter persegi luas lapangan penampungannya sehingga bisa semakin banyak menampung kontainer yang berasal dari luar negeri. Pada intinya Pelindo III mendukung penuh program pemerintah NTT," ujar dia.
Di samping mendukung program pemerintah daerah, perluasan lapangan penumpukan itu karena pihaknya yakin akan terjadi peningkatan arus pengiriman barang melalui pelabuhan itu.
Baharuddin menambahkan bahwa selain membangun lapangan penampungan, pihaknya juga pada tahun ini mulai memperluas terminal Penumpang di Tenau. “Itu yang kami mulai kerjakan tahun ini, karena pastinya jumlah penumpang juga setiap tahun akan meningkat," ujar dia.
Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis juga mengharapkan agar Pelabuhan Tenau harus menjadi pelabuhan Internasional.
"Selama ini berbagai ekspor dan impor dilakukaan di pelabuhan di Surabaya, sehingga berbagai kebutuhan yang kita beli dari NTT harganya mahal. Oleh karena itu jika ekspor impornya dilakukan di NTT sudah pasti harga kebutuhan pokok akan murah," tambah dia. (OL-7)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved