Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) perluas lapangan penumpukan peti kemas atau container yard di Pelabuhan Tenau guna mendukung mewujudkan pelabuhan Tenau menjadi pelabuhan Internasional.
"Untuk 2019, guna mendukung program pemerintah NTT menjadi Pelabuhan Tenau sebagai pelabuhan internasional, kami akan perluas lapangan penumpukan peti kemas," kata Kepala Pelindo III Cabang Kupang Baharuddin, Selasa (22/1).
Hal itu disampaikannya ketika ditanya soal permintaan wakil gubernur NTT agar Pelabuhan Tenau dikembangkan menjadi pelabuhan Internasional, agar proses ekspor-impor ke Australia dan Timor Leste kedepannya bisa dilakukan di NTT.
Baca juga: Pelindo II: Seluruh Fasilitas Pelabuhan Aman
Dia menjelaskan saat ini lapangan penumpungan kontainer di Pelabuhan Tenau hanya mampu menampung 3.500 boks kontainer namun jika diperpanjang lagi 20 ribu meter persegi maka jumlah penumpukannya akan bertambah menjadi lima ribu boks kontainer.
"Kami tambahkan 20 ribu meter persegi luas lapangan penampungannya sehingga bisa semakin banyak menampung kontainer yang berasal dari luar negeri. Pada intinya Pelindo III mendukung penuh program pemerintah NTT," ujar dia.
Di samping mendukung program pemerintah daerah, perluasan lapangan penumpukan itu karena pihaknya yakin akan terjadi peningkatan arus pengiriman barang melalui pelabuhan itu.
Baharuddin menambahkan bahwa selain membangun lapangan penampungan, pihaknya juga pada tahun ini mulai memperluas terminal Penumpang di Tenau. “Itu yang kami mulai kerjakan tahun ini, karena pastinya jumlah penumpang juga setiap tahun akan meningkat," ujar dia.
Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis juga mengharapkan agar Pelabuhan Tenau harus menjadi pelabuhan Internasional.
"Selama ini berbagai ekspor dan impor dilakukaan di pelabuhan di Surabaya, sehingga berbagai kebutuhan yang kita beli dari NTT harganya mahal. Oleh karena itu jika ekspor impornya dilakukan di NTT sudah pasti harga kebutuhan pokok akan murah," tambah dia. (OL-7)
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved