Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejatinya, koperasi didirikan untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Semakin banyak orang yang menerima manfaat akan kehadiran sebuah koperasi, maka koperasi tersebut bisa dibilang berkualitas. Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga ketika menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koppas Kranggan di Kota Bekasi, Sabtu. "Dengan menjalankan RAT, itu tanda sebuah koperasi berjalan sebagaimana yang diharapkan", kata Puspayoga.
Menkop pun mengapresiasi pertumbuhan Koppas Kranggan yang didirikan sejak 27 tahun tersebut. "Dulu kecil berlokasi di Pasar Kranggan, kini sudah megah dengan memiliki gedung bertingkat sendiri", kata Puspayogas.
Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Setyo Heriyanto menambahkan bahwa fungsi RAT itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus koperasi atas kerjanya setahun. Di dalam RAT juga bisa melahirkan keputusan-keputusan penting untuk pengembangan koperasi ke depan. "Maka diharapkan waktu ditambah dalam pembahasan RAT tersebut, karena bisa juga dijadikan sebagai media pembelajaran bagi para anggota koperasi agar bisa membaca laporan keuangan yang dilaporkan pengurus dalam RAT", jelas Setyo seraya menyebutkan dari 200 ribu lebih jumlah koperasi di Indonesia, hanya sekitar 71 ribuan saja yang melakukan RAT.
Sementara itu, Ketua Koppas Kranggan Anim Imamuddin menjelaskan, Koppas Kranggan memiliki usaha utama yaitu simpan pinjam. Untuk pinjaman, ada pinjaman untuk anggota, untuk non anggota, dan Pinjaman Bina Usaha. "Pinjaman Bina Usaha itu tanpa agunan, yang dikhususkan bagi usaha mikro dan kecil yang tidak bankable. Saat ini, ada sekitar 2.000 pedagang kaki lima yang sudah menikmati layanan tanpa agunan ini", kata Anim.
Kini, lanjut Anim, total kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp56 miliar, dengan total debitur sebesar 13 ribu orang. "Kita juga melayani kredit elektronik di Koppas Kranggan. Sudah banyak masyarakat yang kredit AC, televise, handphone, dan sebagainya disini," imbuh Anim seraya mengungkapkan omzet Koppas Kranggan sebesar Rp6 miliar.
Selain simpan pinjam, Koppas Kranggan juga memiliki unit usaha lain. Diantaranya, mengelola perparkiran di RS Melia, Mercubuana, dan Pasar Kranggan. "Koppas Kranggan merupakan satu-satunya koperasi yang mengelola pasar bekerjasama dengan Pemkot Bekasi. Setelah dikelola Koppas Kranggan, kita mampu setor retribusi Rp90 juta sebulan untuk kas pemda. Kita juga punya unit perumahan rakyat, Griya Koppas, dengan menyediakan rumah di bawah harga Rp200 juta", jelas Anim.
Bahkan, bekerjasama dengan Kemenkop UKM, masuk dalam "Koperasi Nusantara" dalam melayani pembayaran listrik, PBB (DKI Jakarta), tiket kereta, tiket pesawat, leasing, dan sebagainya. "Kita ada enam cabang di Bogor, Bekasi, Depok, Jakarta, dan Pasar Kranggan", kata Anim.
Sedangkan untuk produk simpanan, kata Anim, dengan produk simpanan Tabungan Cempaka dan Tabungan Berjangka, Koppas Kranggan mampu menghimpun dana masyarakat mencapai Rp57 miliar dengan jumlah nasabah 15.600 orang. "Setiap tahun kita gelar Gebyar Hadiah Tahunan", kata dia dengan bangga.
Dengan kinerja kinclong itu, tak usah heran bila Koppas Kranggan yang masuk ke dalam 300 Koperasi Besar di Indonesia memiliki segudang prestasi. Sebut saja, penghargaan Koperasi Berprestasi (2003), Bhakti Koperasi (2006-2010), dan Satya Lencana Wira Karya (2012). "Tahun ini, mudah-mudahan Koppas Kranggan mendapat bintang jasa dalam Hari Koperasi Nasional 2015 ini", ungkap Anim. (RO/T-3)
Dukungan konkret dari pemerintah yang begitu besar pada koperasi saat ini dapat memberikan manfaat lebih luas.
JUMLAH koperasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini mencapai 1.000 lebih, namun yang aktif baru sekitar 800 koperasi.
Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.
Pengembangan tebu berskala luas ini diharapkan dapat memperbaiki struktur pasokan bahan baku gula domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Kemenag dan Kemenkop UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi umat
Saya menargetkan jumlah anggota koperasi bisa mencapai 60 juta orang. Saat ini ada sekitar 28-30 juta anggota koperasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved