Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ibnu Wahyudi, sastrawan yang juga dosen senior di Universitas Indonesia menggelar pameran lukisan dan puisi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB) UI. Pameran yang digelar hingga 26 Mei itu dibuka Sabtu (20/5), di Kampus FIB UI, Depok. Pembukaan pameran ini sekaligus ditandai dengan peluncuran buku antologi puisi yang berjudu Pulang Terbilang Sesaat. Buku itu ditulis Ibnu bersama koleganya yang juga seorang penyanyi era 90-an, Fryda Lucyana. Judul buku itu diambil dari puisi mereka masing-masing, yakni Pulang Terbilang (karya Ibnu) dan Sesaat yang ditulis Fryda.
Acara dibuka oleh Dr Ari Prasetyo, selaku Kepala Pusat Penelitan Kemasyarakatan Budaya (PPKB) serta Dr Untung Yuwono, selaku Wakil Dekan Bidang 1 FIB UI mewakili Dekan FIB UI. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi yang dideklamasikan oleh sejumlah staf pengajar di lingkungan Ui, antara lain Profesor Riri Fitri Sari, Prof Ketut Surajaya, Dr Untung Yuwono, Dr Alfian Siagian, serta Dr Hendra Kaprisma. Ada juga rekan Ibnu sewaktu menempuh pendidikan di Monash University, Fachry Ali P.hD, yang juga seorang pengamat politik.
Acara juga dimeriahkan penampilan Fryda yang diiringi alunan piano oleh Dr Marusya Nainggolan, pengajar jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta. Mereka antara lain membawakan lagu Rindu karya Eros Djarot yang dipopulerkan Fryda pada pertengahan 90-an. “Saya suka puisi karena ada getaran dari kata-kata,” begitu kata Fryda, kepada Media Indonesia, sembari menandatangani buku seusai acara.
Menurut Ibnu, ini bukan kali pertama ia meluncurkan buku puisi bareng Fryda. Pada 2017, mereka berkolaborasi meluncurkan kumpulan puisi pendek ala Jepang (Haiku) yang berjudul Aku Haiku Kau. “Saat itu saya sedang senang menulis Haiku dan mempublikasikannya di sejumlah grup WA atau media daring. Fryda agaknya tertarik dan akhirnya terbitlah buku kumpulan puisi kami,” terang Ibnu di acara yang sama.
Setelah lima tahun dan melewati masa pandemi, mereka kembali berkolaborasi meluncurkan buku antologi sekaligus untuk menandai acara Pameran Lukisan dan Puisi karya Ibnu. (M-3)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Ilmu Budaya UGM, khususnya Departemen Bahasa dan Sastra, yang menjadi motor penggerak utama kemajuan bidang humaniora di UGM.
Lembaga itu hadir dalam upaya memperkuat pengetahuan dan budaya Jawa yang berfokus kepada optimalisasi hilirisasi riset mengenai bahasa, sastra, serta budaya Jawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved