Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Bermain video gim tidak membahayakan kemampuan kognitif anak kecil, demikian temuan penelitian terbaru yang diterbutkan dalam dalam Journal of Media Psychology. Temuan itu menepis kekhawatiran yang telah didengar orangtua selama bertahun-tahun bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu berjam-jam bermain video gim, atau memilih gim dengan genre tertentu, akan menunjukkan hasil yang tidak sehat dalam kemampuan kognitif mereka.
"Penelitian kami tidak menemukan hubungan semacam itu, terlepas dari berapa lama anak-anak bermain dan jenis permainan apa yang mereka pilih," kata Jie Zhang, profesor di University of Houston College of Education, AS dan anggota tim penelit studi tersebut, seperti dikutip situs Science Daily, Selasa (14/2)
Dalam mencapai kesimpulan itu, tim peneliti memeriksa kebiasaan bermain video gim dari 160 siswa praremaja sekolah umum perkotaan yang beragam (70% dari rumah tangga berpenghasilan rendah), yang mewakili kelompok usia yang kurang dipelajari dalam penelitian sebelumnya. Siswa yang berpartisipasi melaporkan bermain video gim rata-rata 2,5 jam setiap hari, dengan kelompok gamer terberat menghabiskan sebanyak 4,5 jam setiap hari.
Tim mencari hubungan antara permainan video gim siswa dan kinerja mereka pada tes kemampuan kognitif standar, yang dikenal sebagai CogAT, yang mengevaluasi keterampilan verbal, kuantitatif, dan nonverbal/spasial. CogAT dipilih sebagai ukuran standar, berbeda dengan nilai yang dilaporkan guru atau penilaian pembelajaran yang dilaporkan sendiri yang diandalkan oleh proyek penelitian sebelumnya.
"Secara keseluruhan, baik durasi bermain maupun pilihan genre video gim tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan ukuran CogAT. Hasil tersebut menunjukkan tidak ada hubungan langsung antara bermain video gim dan kinerja kognitif, terlepas dari apa yang telah diasumsikan," kata May Jadalla, peneliti utama studi tersebut..
Namun penelitian tersebut mengungkapkan jenis permainan tertentu yang digambarkan membantu anak-anak membangun keterampilan kognitif yang sehat juga tidak menunjukkan efek yang dapat diukur.
"Studi saat ini menemukan hasil yang konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa jenis permainan yang tampaknya meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa muda tidak memiliki dampak yang sama pada anak-anak yang jauh lebih muda," kata C. Shawn Green, profesor di University of Wisconsin-Madison, AS.
Para ahli juga memperingatkan bahwa waktu bermain gim membuat seseorang kecanduan akan membuatrnya menjauh dari aktivitas lain yang lebih produktif seperti pekerjaan rumah.
“Hasil studi menunjukkan orangtua mungkin tidak perlu terlalu khawatir tentang kemunduran kognitif di antara anak-anak yang mencintai video gim, hingga kelas lima. Jumlah video gim yang wajar seharusnya akan baik-baik saja. Teruskan saja mengawasi perilaku obsesif," kata Zhang. (M-3)
Keterlambatan bicara merupakan masalah yang dihadapi banyak anak usia dini di sekitar kita, namun sebagian besar orang tua tidak menyadarinya.
Hingdranata Nikolay menjadi orang pertama di Indonesia yang dilisensikan oleh Dr.Richard Bandler dan The Society of NLP untuk menjalankan program NLP berlisensi di Indonesia.
Kondisi dunia semakin cepat berubah, sehingga anak-anak akan menghadapi masa depan yang semakin menantang.
Negara harus hadir melindungi kesehatan masyarakat Indonesia tanpa kecuali, termasuk anak, melalui penerbitan regulasi yang berpihak pada kesehatan masyarakat.
Perubahan lingkungan dan gaya hidup yang tidak sehat dinilai menjadi faktor utama pemicu titik balik tersebut.
Dari sudut pandang evolusioner, katanya, berkedip adalah bagian dari respons melarikan diri atau melawan terhadap ancaman yang tampak.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved