Rabu 18 Januari 2023, 19:50 WIB

Saat Bad Mood Orang Justru Lebih Teliti

Nike Amelia Sari | Weekend
Saat Bad Mood Orang Justru Lebih Teliti

Unsplash/ Siora Photography
Suasana hati yang buruk dapat membuat orang lebih teliti.

 

SAAT suasana hati sedang buruk atau bete (bad mood), orang biasanya ingin mencari hiburan, atau bahkan liburan. Namun bagaimana jika Anda tetap harus bekerja?

 

Berdasarkan penelitian terbaru, saat bad mood, orang justru bisa jadi lebih teliti.  Studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Communication ini didasarkan pada penelitian tentang kerja otak dalam memproses bahasa.

 

"Suasana hati dan bahasa tampaknya didukung oleh jaringan otak yang berbeda. Tapi kita punya satu otak, dan keduanya diproses di otak yang sama, jadi ada banyak interaksi yang terjadi.  Kami menunjukkan bahwa ketika orang berada dalam suasana hati yang buruk, mereka menjadi lebih berhati-hati dan analitis," kata Vicky Lai, asisten profesor psikologi dan ilmu kognitif UArizona (University of Arizona), Arizona, Amerika Serikat, yang melakukan penelitian itu, seperti dikutip dari situs Science Daily, Jumat (13/1).

 

Penelitian yang dilakukan Lai bersama peneliti Belanda itu menggunakan pengujian dengan memutar cuplikan film sedih seperti "Sophie's Choice" dan acara televisi lucu seperti "Friends", untuk menciptakan suasana hati yang berbeda pada peserta uji. Film yang lucu tidak memengaruhi suasana hati partisipan, namun sebaliknya dengan film sedih.

 

Setelah menonton film-film itu para peserta diberikan tes berupa beberapa cerita yang mengandung detil akurat maupun tidak.  Peneliti juga menyajikan versi cerita yang kalimat kritisnya ditukar sehingga tidak sesuai dengan konteks cerita.  Misalnya, cerita tentang mengemudi di malam hari akan menyertakan kalimat "Dengan lampu menyala, Anda dapat melihat lebih sedikit".

 

Peneliti menemukan bahwa ketika peserta berada dalam suasana hati yang negatif, memiliki aktivitas otak yang lebih analitik. Mereka mampu mengoraksi atau mengetahui kesalahan dalam cerita.

 

"Kami menunjukkan bahwa suasana hati itu penting, dan mungkin saat kami melakukan beberapa tugas, kami harus memperhatikan suasana hati kami," kata Lai.  "Jika suasana hati kita sedang buruk, mungkin kita harus melakukan hal-hal yang lebih detail, seperti mengoreksi."

 

Namun penelitian ini hanya diikuti peserta perempuan. Sebab itu peneliti berharap dalam melakukan penelitian lebih lanjut dengan representasi gender yang lebih beragam. (M-1)

Baca Juga

Dok. Bioskop Online

Patah Hati nan Puitis dalam Panduan Mempersiapkan Perpisahan

👤Fathurrozak 🕔Jumat 03 Februari 2023, 00:26 WIB
Film Panduan Mempersiapkan Perpisahan akan tersedia secara eksklusif di Bioskop...
KawanKawan Media

Metode Akting a la Arswendy Bening

👤Fathurrozak 🕔Kamis 02 Februari 2023, 17:12 WIB
Selain Autobiography, ia juga berakting di film Nana maupun Ngeri-Ngeri Sedap yang semuanya masuk nominasi FFI...
Lutz Kindler / MONREPOS / AFP

Neanderthal Hidup dengan Cara Berburu dan Membantai Gajah Raksasa

👤Adiyanto 🕔Kamis 02 Februari 2023, 10:00 WIB
Para peneliti menarik kesimpulan itu berdasarkan pemeriksaan sisa-sisa kerangka gajah bergading lurus berusia 125.000 tahun yang ditemukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya