Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi sebagian orang minum kopi telah menjadi rutinitas keseharian, bahkan menjadi ketergantungan. . Dr Dimple Jangda, seorang ahli Ayurveda (pengobatan tradisional dari India) mengatakan kafein yang terkandung dalam kopi adalah stimulan untuk sistem saraf pusat, dan penggunaan kafein secara teratur menyebabkan ketergantungan fisik ringan.
"Jika Anda berhenti minum kafein secara tiba-tiba, Anda mungkin memiliki gejala penarikan seperti sakit kepala, gelisah, kelelahan, kecemasan, lekas marah, suasana hati yang tertekan, dan kesulitan berkonsentrasi. Tubuh Anda dengan cepat menyerap kafein. Diproses terutama melalui hati, beberapa kafein memang menempel di tubuh selama beberapa jam," katanya.
Seorang ahli gizi Ishti Saluja mengatakan bahwa waktu paruh khas kafein berkisar antara 5-7 jam. Waktu paruh, dalam konteks nutrisi, adalah jumlah waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menghilangkan setengah dari dosis awal molekul. Misalnya, jika Anda menikmati secangkir kopi, dengan sekitar 100 mg kafein, sekitar pukul 15:00, pada pukul 21:00, saat Anda siap untuk tidur, sekitar 50 miligram kafein itu mungkin masih ada di tubuh Anda. Dengan kata lain, apa yang dapat membantu Anda melewati sore hari mungkin juga berdampak negatif pada kualitas tidur Anda malam itu.
“Ini memiliki efek pengeringan pada usus Anda. Ini dapat menghilangkan lendir dan lapisan lemak baik di dinding perut Anda, dan menyebabkan ketidakseimbangan vata (gangguan terkait kekeringan) jangka panjang,'' katanya seperti dikutip Indianexpress, Kamis (26/10)
“Pastikan makan makanan seimbang yang sehat untuk melapisi dinding perut Anda, sebelum Anda mengonsumsi kafein,” saran Dr Dimple.
Menggemakan pandangan serupa, Dr Karishma Shah, ahli gizi, menjelaskan bahwa kafein, yang bersifat diuretik, dapat menyebabkan dehidrasi dan juga keasaman karena nilai pH-nya — 5.
Saluja mengungkapkan kafein memiliki hubungan langsung dengan kadar kortisol (hormon stres). “Jadi, seseorang yang sensitif terhadap kafein dan meminumnya dengan perut kosong mungkin mulai mengalami palpitasi dan menggigil, dan seiring waktu hal ini dapat menyebabkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. ".
Ia menyarankan untuk menambahkan sumber lemak saat mengonsumsi kopi di pagi hari untuk membantu melapisi perut dan membantu memperlambat penyerapan kafein ke dalam tubuh, aliran darah, dan meningkatkan kadar kortisol Anda secara perlahan dan stabil. (M-3)
Momen berbuka puasa semakin spesial dengan penawaran harga Rp198,000 nett/pax dengan promo spesial Pay 4 Get 5 spesial pada periode 18-24 Februari 2026.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Penghargaan Dua Bintang selanjutnya diberikan kepada Hakuryu (Jakarta), Kiwami (Jakarta), dan II YAWARA (Jakarta).
Para tamu diundang untuk menikmati Iftar Buffet Dinneristimewa dengan menu tematik Indonesia seperti Lamb Ouzi, Ta’jil Island, serta ragam hidangan internasional.
ibis Styles Serpong BSD City menggelar Corporate Gathering sekaligus memperkenalkan rangkaian promosi kuliner tematik hasil kolaborasi bersama bintang tamu dari MasterChef Indonesia.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Racikan kopi Arabika dari dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, segera menembus panggung internasional.
Industri kedai kopi di Jakarta kian kompetitif seiring menjamurnya konsep visual dan pengalaman ruang yang ditawarkan.
Pameran ini telah masuk dalam agenda belanja, bertukar informasi, meningkatkan keterampilan, hingga berkompetisi para pegiat industri makanan dan minuman hingga pehobi.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved