Kamis 11 Agustus 2022, 08:40 WIB

Kenaikan Suhu di Malam Hari dapat Memicu Tingkat Kematian Hingga 60%

Nike Amelia Sari | Weekend
Kenaikan Suhu di Malam Hari dapat Memicu Tingkat Kematian Hingga 60%

unsplash.com/Lucian Dachman
ilustrasi: cuaca panas

 

Para ilmuwan di University of North Carolina, Chapel Hill memperkirakan bahwa suhu panas di malam hari akan meningkatkan angka kematian di seluruh dunia hingga 60% pada akhir abad ini.

Para peneliti dari UNC Gillings School of Global Public Health menjelaskan bahwa panas sekitar semalaman dapat mengganggu fisiologi normal tidur.  Kurang tidur berarti sistem kekebalan yang melemah dan risiko lebih tinggi dari berbagai masalah kesehatan. seperti penyakit jantung, peradangan, serta kondisi kesehatan mental.

Proyek penelitian  ini adalah yang pertama memperkirakan dampak malam yang lebih panas terhadap risiko kematian terkait perubahan iklim.  Secara keseluruhan, para peneliti mengatakan temuan mereka melukiskan gambaran yang mengkhawatirkan tentang masa depan yaitu ancaman kematian mungkin secara signifikan lebih tinggi dari perkiraan semula dengan kenaikan suhu harian rata-rata.

"Risiko peningkatan suhu di malam hari sering diabaikan,” kata Yuqiang Zhang, PhD, ilmuwan iklim di Departemen Ilmu dan Teknik Lingkungan di Gillings School, dalam rilis universitas, seperti dikutip dari Study Finds, Selasa (9/8).  

"Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa kejadian hot night excess (HNE) diproyeksikan terjadi lebih cepat daripada perubahan suhu rata-rata harian.  Frekuensi dan intensitas rata-rata malam yang panas akan meningkat masing-masing lebih dari 30% dan 60% pada tahun 2100-an, dibandingkan dengan peningkatan suhu rata-rata harian yang kurang dari 20%," lanjutnya.

Proyek ini merupakan upaya internasional, ditulis bersama oleh para ilmuwan dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat.  Tim memperkirakan kematian akibat panas berlebih untuk 28 kota yang terletak di Jepang, Tiongkok, atau Korea Selatan antara tahun 1980 dan 2015. Mereka kemudian menerapkan perkiraan tersebut ke dua skenario pemodelan perubahan iklim yang selaras dengan skenario pengurangan karbon yang diberlakukan oleh masing-masing pemerintah negara.

Berkat model ini, penulis penelitian dapat memperkirakan bahwa risiko kematian akibat malam yang terlalu panas akan meningkat hampir enam kali lipat antara tahun 2016 dan 2100. Prediksi itu jauh lebih besar daripada risiko kematian akibat pemanasan rata-rata harian yang disarankan oleh model perubahan iklim saat ini. (M-4)

Baca Juga

AFP/STR

Kenali Bahaya dan Hal Terpenting Dilakukan Saat Terkena Gas Air Mata

👤Nike Amelia Sari 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 18:39 WIB
  Menyebarkan gas air mata sering menyebabkan kepanikan dan disorientasi yang meluas di kerumunan...
MI/Tiyok

Jon Bodo: Mahar Kepala Daerah

👤M. Tiyok 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 05:55 WIB
GILA ya Jon untuk jadi kepala daerah MAHARNYA sampai puluhan...
Butet K

Bung Sentil: Jangan Berisik

👤Butet K 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 05:35 WIB
MASIH inget partai yang kampanye anti korupsi, tapi kadernya ditangkapi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya