Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Seberapa sering Anda mencuci spons rias atau makeup?
Spons rias kerap kali jarang dibersihkan, padahal spons rias ini harus dibersihkan secara rutin agar tidak menimbulkan dampak buruk pada kulit wajah Anda.
Spons rias yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biak kuman dan bakteri, yang kemudian berpindah ke kulit Anda setiap kali Anda menggunakannya. Selain itu, spons kotor juga tidak akan berfungsi dengan baik untuk mengaplikasikan atau memadukan riasan.
Menyitat dari situs Insider, Dr. Stacy Chimento, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology di Miami, mengatakan bahwa setelah sekali pakai, sisa alas bedak, concealer, dan minyak akan menempel pada spons, menjadikannya tempat berkembang biak bakteri dan mikroorganisme.
Membersihkan spons rias secara rutin akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak manfaat dari spons tersebut, dan juga mencegah berjerawat.
"Aplikator riasan yang kotor menyumbat pori-pori dan juga dapat meningkatkan perkembangan jerawat dan infeksi kulit," kata Dr. Chimento. "Dalam kasus yang parah, bakteri dapat menyebar ke luka terbuka yang Anda alami akibat jerawat, waxing, atau bentuk hair removal lainnya, yang merupakan titik iritasi," lanjutnya.
Dia juga menambahkan bahwa ketika Anda tidak secara rutin membersihkan spons rias Anda, spons itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena ada begitu banyak penumpukan produk di situ.
Seberapa sering Anda harus membersihkan spons riasan Anda?
Jika Anda memakai spons riasan setiap hari, Dr. Chimento menyarankan untuk mencucinya setidaknya sekali atau dua kali seminggu. Ini karena spons rias biasanya membiakkan bakteri paling banyak daripada aplikator mana pun karena kemampuannya menahan kelembapan.
"Dengan penggunaan sehari-hari, alat rias apa pun dapat menumpuk sel kulit mati, kotoran, minyak, polusi, dan bakteri," kata Mark Chi, Global Trainer & Makeup Artist di beautyblender, seperti dikutip dari goodhousekeeping.com.
Sebagai praktik terbaik, Chi mengatakan yang terbaik adalah mencuci spons rias Anda terlebih dahulu di pagi hari sebelum merias wajah. Menggosok kuas dan spons riasan secara teratur mencegah noda yang menempel pada kulit dan pertumbuhan bakteri kotor.
Cara Membersihkannya
Melansir dari realsimple.com, cara terbaik untuk membersihkannya dengan cepat adalah dengan menggosokkannya pada permukaan bertekstur, kata penata rias dan pakar kecantikan Kota New York, Neil Scibelli.
Selain itu, menggunakan sabun batangan yang lembut, sabun cuci piring, atau pembersih padat spons rias adalah yang direkomendasikan oleh para pakar.
Kapan Spons Harus Diganti?
Chi menyarankan untuk mengganti setiap tiga bulan sekali apabila Anda menggunakannya setiap hari. Namun, jika Anda hanya menggunakannya sesekali, itu bisa bertahan hingga enam bulan atau lebih. Untuk mengetahui kapan harus membuang spons riasan Anda, perhatikan tanda-tanda ini:
- Noda melekat yang tidak hilang
- Robekan
- Terasa lembut dan licin, bukan kenyal. (M-2)
PENELITI Universitas Airlangga, Suryani Dyah Astuti dan Sari Luthfiyah, melakukan uji coba terhadap ekstrak kulit buah manggis
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
SPPG Kepri menghentikan sementara operasional dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Lewat prestasi di ajang penghargaan kelas Asia Pasifik, JAC berhasil membuktikan Indonesia kini bisa dikenal dunia atas kemajuan di bidang estetikanya.
Selain body treatment terdapat pula ruang reflexology sekaligus manicure dan pedicure.
Smart Digital Clinic merupakan penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan teknologi Skin Age Detector.
Sebelum membuka lini skincare, ia membuka bisnis laundry yang tak berjalan mulus.
Pelayanan klinik berfokus pada regenerasi alami kulit melalui teknik collagen remodeling.
Swiss telah lama menjadi destinasi favorit di Eropa, terkenal dengan pegunungan Alpen yang megah, danau-danau yang indah, dengan kota kota yang sangat cantik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved