Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Para ilmuwan dari RIKEN Cluster for Pioneering Research (CPR) telah menggunakan pendekatan teknologi komputer untuk menunjukkan supernova model "D6" yang dihipotesiskan akan berevolusi dalam skala ribuan tahun.
Supernova memiliki peran penting bagi kosmologi, salah satunya adalah tipe “Ia” (One a) yang digunakan sebagai standard candles (jarak suatu objek akan dikira-kira berdasarkan patokan jarak menurut luminositasnya) sehingga dapat memungkinkan pengukuran jarak. Faktanya, supernova digunakan untuk mengukur ekspansi alam semesta yang bergerak semakin cepat.
Secara umum supernova tipe “Ia” diyakini dihasilkan oleh ledakan bintang ganda yang dikenal sebagai katai putih. Bintang telah membakar kandungan hidrogen sehingga menyusut dan menjadi benda padat, proses ini yang memicu ledakan tersebut tidak dipahami dengan baik sehingga menjadi sebuah misteri.
Baru-baru ini, penemuan katai putih yang bergerak sangat cepat telah memberikan kredibilitas tambahan pada satu mekanisme untuk mengetahui asal-usul supernova model D6. Salah satu dari dua katai putih dalam sistem biner mengalami ledakan ganda yang menyebabkan lapisan permukaan helium meledak untuk pertama kali sehingga memicu ledakan yang lebih besar di inti karbon-oksigen bintang. Hal ini mengarah pada ledakan bintang yang bebas dari gaya tarik gravitasi dan terlempar keluar dengan kecepatan sangat tinggi.
Namun, sedikit yang diketahui tentang akibat awal yang ditimbulkan dari ledakan. Para peneliti menyelidiki hal ini untuk mensimulasikan evolusi jangka panjang dari sisa-sisa supernova yang berlangsung ribuan tahun setelah ledakan.
Para ilmuwan ternyata mampu mendeteksi beberapa fitur dalam sistem di masa lampau yang spesifik untuk melihat situasi saat ini dan menyediakan sarana untuk mengeksplorasi fisika supernova, seperti bayangan yang dikelilingi oleh cincin terang.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa sisa ledakan tipe “Ia” tidak selalu simetris dan berlawanan dengan penelitian saat ini.
“Ledakan supernova D6 memiliki bentuk yang spesifik. Kami tidak yakin bahwa itu akan terlihat di sisa-sisa akhir setelah peristiwa awal, tetapi sebenarnya kami menemukan bahwa ada bukti khusus yang masih dapat kami lihat setelah ledakan ribuan tahun,” kata Gilles Ferrand, penulis dan peneliti Supernova, seperti dilansir dari Scitechdaily, Selasa (17/5).
“Ke depan, kami berencana mempelajari cara menghitung emisi sinar-X yang lebih tepat, dengan mempertimbangkan komposisi dan keadaan plasma yang disetrum, untuk membuat perbandingan langsung dengan objk pengamatan. Kami berharap makalah kami akan memberikan ide-ide baru kepada para pengamat, tentang apa yang harus dicari dalam sisa-sisa supernova,” lanjutnya.
Ketua dari Astrophysical Big Bang Laboratory di RIKEN, Shigehiro Nagataki mengatakan penemuan ini sangat penting karena dapat berdampak pada penggunaan supernova tipe “Ia” sebagai tolok ukur kosmik, yang diyakini berasal dari suatu fenomena yang perlu dievalusasi ulang agar bisa digunakan.
Penelitian yang dilakukan bersama dengan kelompok internasional termasuk peneliti dari Universitas Manitoba ini diterbitkan dalam The Astrophysical Journal pada 6 Mei 2022. (M-4)
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved