Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Hidrosfer adalah sebuah lapisan air berbentuk seperti bola atau bulatan air yang menyelimuti permukaan Bumi. Diketahui, lapisan hidrosfer terdiri dari permukaan air yang membeku di Bumi, air yang tersimpan di dalam tanah, batuan, dan titik-titik air yang ada di atmosfer.
Dilansir dari Britannica Jum’at (29/4), permukaan planet yang ditinggali manusia ini banyak diisi oleh air, sebanyak 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air. Selain itu, di permukaan Bumi terdapat sekitar 1,4 milyar kilometer kubik air yang terlihat dalam berbagai bentuk, seperti uap dan es.
Komposisi zat air yang sangat banyak ini tersebar di berbagai wilayah perairan seperti di laut, danau, sungai, dan air bawah tanah. Sedangkan dalam bentuk yang lain, air tersedia sebagai gletser, gunung es, dan permukaan air yang mengalami proses pembekuan.
Air yang termasuk dalam bentuk uap, bisa dilihat sebagai awan dan kabut. Berbagai bentuk dari lapisan hidrosfer ini membuat bumi memiliki struktur dan tampilan yang berbeda jika dibandingkan dengan planet lainnya di tata surya. Jika dilihat dari luar angksa, hidrosfer ini yang pada akhirnya membuat Bumi terlihat seperti kelereng berwarna biru dengan campuran variasi corak yang tidak ditemukan di planet lain.
Dalam proses pembentukan hidrosfer atau yang lebih dikenal dengan siklus hidrologi ini, maka tidak akan lepas dari siklus air. Hal ini akan berkaitan dengan air dipermukaan Bumi yang akan mengalami proses peredaran atau daur ulang secara berurutan dan terus menerus.
Air di hidrosfer terus bergerak melalui siklus hidrologi. Siklus ini dimulai dari menguapnya air ke udara dan berkumpul membentuk awan. Air yang menguap ini berasal dari danau, lautan, atau sumber air terbuka lainnya.
Siklus hidrologi disebabkan karena terjadinya pemanasan oleh sinar matahari yang membuat air di seluruh permukaan bumi menguap. Saat uap air mencapai ketinggian tertentu, temperatur uap air akan semakin menurun dan terkondensasi. Awan yang sudah tidak sanggup menahan uap air yang sangat banyak akan menyebabkan terjadinya presipitasi atau jatuhnya air hujan.
Jatuhnya air hujan bisa hadir dalam dua bentuk yaitu hujan air atau salju. Air yang jatuh ke Bumi akan masuk ke dalam tanah dan berkumpul kembali ke tempat air terbuka lainnya, seperti danau dan lautan. Setelah sampai di tempat air yang terbuka, air akan kembali menguap.
Walaupun begitu, hanya sebagian kecil air yang tersedia di Bumi yang merupakan air tawar yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci. (M-4)
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan.
Kata Obama eksplorasi ruang angkasa seharusnya bertujuan untuk mengumpulkan pengetahuan dan penemuan daripada menciptakan ruang hidup baru bagi umat manusia.
Terpapar polusi dan menyaksikan keadaan pantai yang semakin kotor, menguatkan tekadnya untuk turut serta dalam menangani perubahan iklim.
Anak-anak sudah seharusnya diperkenalkan dengan kegiatan yang berkaitan dengan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dari kegiatan tersebut juga memunculkan daya imajinasi dan kreativitas
Sebuah tim ahli internasional memperingatkan tanpa tindakan nyata terhadap perubahan iklim, kesehatan umat manusia berada dalam risiko besar.
Indonesia butuh ide dan tindakan nyata inovatif dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan.
AMMAN melakukan program reklamasi secara paralel, yaitu program pemulihan dan perbaikan kualitas ekosistem hutan yang dilakukan bersamaan dengan operasional penambangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved