Jumat 21 Januari 2022, 23:50 WIB

Untuk Film Nana, Para Pemeran Berguru Bahasa Sunda era 1960-an

Putri Rosmalia | Weekend
Untuk Film Nana, Para Pemeran Berguru Bahasa Sunda era 1960-an

Dok. Poplicist
Para pemeran film Nana

 

Setelah tahun lalu sukses dengan film Yuni, Fourcolours Films kembali meluncurkan produksi film panjang karya Kamila Andini yang berjudul Before, Now, & Then (Nana). Film ini diadaptasi dari salah satu bab di novel berjudul Jais Darga Namaku, karya Ahda Imran. 

Film tersebut dibintangi oleh Happy Salma yang memainkan
karakter utama, Nana. Selain itu turut bermain di film ini adalah Laura Basuki, Ibnu Jamil,
Arswendy Bening Swara, Rieke Diah Pitaloka, Arawinda Kirana, dan aktris cilik pendatang
baru, Chempa Putri. 

"Aku langsung tertarik begitu membaca salah satu bab dalam bukunya," ujar sutradara film Nana Kamila Andini, dalam jumpa pers, di Jakarta, Jumat, (21/1).

Kamila mengatakan film Nana diproduksi dengan lokasi di Ciwidey Jawa Barat mulai
pada Februari 2021.
Nana bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup
di daerah Jawa Barat di era 1960-an. Perempuan tersebut merupakan tokoh nyata bernama Raden
Nana Sunani. 

Kisah seorang perempuan yang melarikan diri dari gerombolan yang ingin menjadikannya istri dan membuatnya kehilangan ayah dan anak. Ia lalu menjalani hidupnya
yang baru bersama seorang menak Sunda hingga bersahabat dengan salah satu perempuan
simpanan suaminya. 

Sesuai latar tempatnya, film Nana akan menggunakan bahasa Sunda
sebagai bahasa utama yang dipakai di film. Agar tak keliru dalam penggunaan bahasa, dilibatkan setidaknya empat orang ahli bahasa sunda selama proses pembuatan film. 

"Mereka mengajarkan dan melatih para pemain bahasa sunda era tahun 60-an agar sesuai dengan kondisinya saat itu," ujar Kamila.

Sementara itu, film adaptasi dan period pertama Kamila tersebut juga berhasil lolos dan terseleksi dalam program kompetisi utama Berlin International Film Festival.  

Total 18 film terpilih, baik dari sutradara yang telah mapan maupun dari sutradara muda yang sedang naik daun. Seluruhnya akan berkompetisi untuk memperebutkan penghargaan ‘Golden Bear’ dan ‘Silver Bear’. 

Tahun ini film tersebt juga akan berkompetisi bersama film-film dari
pembuat film dunia ternama seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis
Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, dan Isaki Lacuesta. 

Kamila Andini menjadi sutradara perempuan pertama Indonesia yang
berkompetisi di Berlinale sejak terakhir kali Sofia WD lewat film Badai Selatan di tahun 1962. Di antaranya, Edwin juga muncul di tahun 2012 lewat Postcards from the Zoo. (M-2) 

Baca Juga

dok: Visicita Network

Dokumenter Start from Scratch Jadi Pembuka Festival Flavs 2022

👤Fathurrozak 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:51 WIB
Flavs Festival 2022 tahun ini akan berlangsung pada 10-11 September secara...
Dok. Instagram @infotitimangsa

Kembali Dipentaskan, Monolog Inggit Garnasih Lebih Segar dengan Konsep Musikal

👤Devi Harahap 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:15 WIB
Telah dipentaskan 13 kali, monolog Inggit Garnasih tertunda dua tahun ini akibat...
Dok. ZYNGA

Tiktok Uji Coba Fitur Bermain Gim

👤M-2 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 07:20 WIB
TIKTOK tengah menguji coba fitur terbaru mereka terkait dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya