Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabar baik untuk pecinta anjing dan kucing atau yang sering disebut anak bulu (anabul). Tak lama lagi kalung pintar canggih yang dapat melacak dan memantau kesehatan fisik anabul akan segera hadir di pasaran.
Kalung canggih tersebut akan segera diluncurkan oleh perusahaan teknologi asal Prancis, Invoxia. Invoxia mengklaim kalung tersebut akan memiliki fitur-fitur yang setara dengan yang ada di Apple Watch 7 terbaru.
Dilansir dari theverge.com, Selasa, (4/1), kalung pelacak aktivitas anabul sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga saat ini kalung-kalung tersebut hanya dilengkapi dengan fitur GPS untuk melacak lokasi anabul.
CEO Invoxia, Amelie Caudron, mengatakan kalung pintar Invoxia akan dilengkapi dengan beberapa fitur pemantau kesehatan. Di antaranya detak jantung, hembusan napas, hingga pemantau aktivitas harian, dan waktu istirahat.
Mereka mengembangkan sistem di dalam kalung tersebut dengan pakar teknologi dan ahli kardiologi hewan. Dengan begitu sistem pemantau benar-benar sesuai dengan kondisi fisik anabul.
“Akan ada radar di bagian dalam kalung yang menghadap leher dan memancarkan sinyal radio. Itu yang akan memantau kondisi tubuh hewan peliharaan,” ujar Caudron.
Ia juga menjelaskan, kalung tersebut dirancang untuk tidak terganggu oleh bulu. Jadi tak perlu khawatir jika anabul memiliki bulu yang sangat tebal, kalung tersebut tetap akan dapat berfungsi dengan maksimal.
Hasil pemantauan dari kalung tersebut dapat dilihat pada aplikasi yang terhubung di perangkat seluler atau komputer pemilik anabul. Koneksi dapat dijangkau melalui bluetooth atau WiFi.
Caudron mengatakan kalung pintar Invoxia akan dirilis untuk publik secara global pada pertengahan tahun 2022. Diperkirakan harga jual dari kalung tersebut ialah sekitar Rp1,4 juta. Selain perangkat kalung, pemilik juga akan dikenakan biaya langganan aplikasi sekitar Rp180 ribu per bulan. (The Verge/M-2)
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Gakeslab Indonesia menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved