Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Seorang ilmuwan asal India baru-baru ini dikabarkan berhasil menemukan spesies alga laut baru di kepulauan Andaman, perbatasan antara India dan Myanmar. Alga berwarna hijau dengan struktur mirip payung itu ditemukan Felix Bast, dari Central University of Punjab, dan diberi nama Acetabularia jalakanyakae.
Penaman spesies baru kali ini diambil dari kata 'jalakanyaka' yang berarti 'dewi lautan' atau 'putri duyung' dalam bahasa Sansekerta. Karakteristik utama dari tanaman ini hanya terdiri dari satu inti sel atau nukleus.
"Alga yang baru ditemukan ini sangat menakjubkan. Ia memiliki topi dengan desain rumit layaknya payung putri duyung,” tutur Bast, seperti dilansir dari Independent, Selasa, (24/8).
Bast memublikasikan temuannya ini di Indian Journal of Geo-Marine Sciences. Alga tersebut kali pertama di temukan pada Mei 2019. Kala itu, ia tengah melakukan perjalanan ke Kepulauan Andaman dan Nicobar.
Bast awalnya mengira 'Acetabularia jalakanyakae' ialah spesies yang sudah dikenal. Namun, karena tertarik dengan bentuk spesies ini, ia lantas membawanya ke laboratorium. "Usai mengamati taksonominya secara teliti selama lebih dari satu setengah tahun, ternyata spesies ini ialah spesies baru,” imbuhnya.
Pakar Alga, Vandana Vinayaka mengatakan temuan ini cukup menarik. 'Acetabularia jalakanyakae' ialah alga pertama yang ditemuLn di Kepulauan Andaman dan Nicobar dalam 37 tahun terakhir. Spesies alga terakhir yang ditemukan di pulau itu ialah alga hijau mikroskopis, 'desmids' pada 1984.
Bast menjelaskan Acetabularia pada dasarnya memiliki endapan kalsium karbonat tinggi, yang kenyumbang hampir setengah dari berat keringnya. Sayangnya spesies yang baru saja ditemukan ini juga sangat rentan terhadap pengasaman laut yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca global. (M-4)
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
PENGAMAT maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menanggapi pengembangan ekonomi berbasis maritim di Riau.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menggelar program edukasi lingkungan bertajuk Ocean LiteraSEA di SDN Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
PENDIDIKAN kelautan penting untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman tentang menjaga kelestarian laut. Ini diwujudkan dalam program Ocean LiteraSEA di Museum Bahari Jakarta.
BPK RI mendukung upaya pemerintah dalam menginisiasi program blue economy dengan memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab atas aset kelautan Indonesia.
Sejumlah delegasi pemerintah Kenya hadir ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama di sektor ekonomi biru dan maritim, Oktober lalu.
Penelitian terbaru mengungkap penyu Kemp’s ridley sangat sensitif terhadap suara frekuensi rendah. Kebisingan kapal di pesisir kini jadi ancaman serius.
Ilmuwan temukan fenomena Marine Darkwaves, yakni kegelapan mendadak di dasar laut yang merusak ekosistem kelp dan terumbu karang.
Peneliti ungkap rahasia paus Beluga di Teluk Bristol bertahan dari inbreeding. Ternyata, strategi "berbagi pasangan" jadi kunci kesehatan genetik mereka.
Penelitian terbaru mengungkap gunung-gunung bawah laut atau seamount menjadi pusat kumpulan hiu dan predator besar. Namun habitat unik ini terancam overfishing dan trawl dasar.
Ilmuwan mengembangkan teknologi pendeteksi hiu martil langka melalui DNA lingkungan (eDNA) tanpa perlu menangkap hewan.
Jaringan Muro Lembata bertujuan merangkul segenap pemangku kepentingan untuk bergerak dalam konservasi pesisir dan ekosistem laut berbasis kearifan lokal (Muro).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved