Senin 17 Mei 2021, 17:05 WIB

Besok, Pameran Tetap Galnas Dibuka Kembali

Galih Agus Saputra | Weekend
Besok, Pameran Tetap Galnas Dibuka Kembali

Dok. Galeri Nasional Indonesia
Pameran tetap Galeri Nasional Indonesia, dibuka lagi mulai 18 Mei 2021.

DITUTUP sementara pada 12 hingga 17 Mei untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H, pameran tetap Galeri Nasional (Galnas) Indonesia akan dibuka kembali pada Selasa, (18/5). Informasi ini dibagikan Galnas melalui akun instagram @galerinasional, dimana dalam pameran ini pengunjung dapat kembali menyaksikan koleksi karya dari era 1800an hingga masa kini.

Pameran tetap Galnas itu juga telah mendapat 'penyegaran visual'. Sebanyak enam karya turut dirotasi, yang menurut Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung selama menikmati karya di ruang pameran.

"Sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada publik dalam mengakses informasi terkait karya-karya seni rupa koleksi negara," katanya, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Senin, (17/5).

Pameran tetap koleksi Galnas menampilkan kurang lebih 203 karya. Berbagai karya seni rupa modern dan kontemporer tersebut berasal dari para perupa kenamaan asal Indonesia hingga mancanegara, seperti Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, hingga Hendra Gunawan. Selain itu juga ada karya dari perupa seperti Agus Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Tisna Sanjaya, Krisna Murti, dan masih banyak lagi.

Bayu Genia Krishbie dan Teguh Margono ialah kurator yang ditunjuk Galeri Nasional Indonesia untuk mengurasi karya. Dalam kerjanya, mereka menggunakan tiga pendekatan kuratorial yang meliputi 'Monumen Ingatan', 'Paris 1959 Jakarta 1995', dan 'Kode/D'.

'Monumen Ingatan' menampilkan karya-karya koleksi yang dikontekstualisasikan dalam perkembangan sejarah nasional. 'Paris 1959 Jakarta 1995' menampilkan karya-karya koleksi internasional Galeri Nasional Indonesia yang utamanya bersumber dari dua peristiwa penting yaitu hibah seniman-seniman dunia yang berbasis di Paris pada tahun 1959 melalui Atase Kebudayaan dan Pers Bapak Ilen Surianegara, serta hibah dari seniman peserta Pameran Gerakan Non-Blok tahun 1995 di Jakarta. 'Kode/D' merupakan pameran tematik yang secara berkala memamerkan sejumlah koleksi dari 20 Tahun Akusisi Karya Seni Rupa oleh Galeri Nasional Indonesia dalam rentang tahun 1999-2019.

"Untuk mengantisipasi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus memastikan jam berkunjung, pengunjung diarahkan untuk melakukan registrasi online sebelum berkunjung melalui laman https://galnas-id.com,” pungkas Pustanto. (M-1)

Baca Juga

AFP

Duh, Habitat dan Populasi Gajah Afrika kian Terancam

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 21 Juni 2021, 07:10 WIB
Para ilmuwan sementara ini menduga gajah-gajah itu mati karena pemanasan global, yang kemudian membuat ganggang beracun bermekaran di...
 Adem ALTAN / AFP

Turki Bakal Luncurkan Misi ke Bulan

👤Galih Agus Saputra 🕔Senin 21 Juni 2021, 06:20 WIB
Jika uji coba berhasil, sebuah wahana penjelajah bulan (Lunar Rover) selanjutnya akan dikirim pada 2028 atau...
Dok. Pribadi

Belum Potensial

👤Meirisa Isnaeni Staf Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 20 Juni 2021, 06:30 WIB
Hendaknya kita cermat dalam pemilihan diksi. Dengan diksi, pesan yang disampaikan akan mudah dipahami dan tidak akan terjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya