Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Lumba-lumba ternyata memiliki kepribadian yang mirip dengan manusia dan primata lain seperti monyet dan kera, demikian klaim sebuah studi psikologi terbaru.
Para Psikolog dari Universitas Hull, Inggris memiliki proyek penelitian cukup unik yang dimulai pada 2012 lalu, dengan mempelajari karakter psikologi dari 134 ekor lumba-lumba hidung botol di delapan negara.
Mereka menduga rasa ingin tahu, sifat mudah bergaul, serta kepribadian yang ditunjukan oleh mamalia air ini sama seperti primata, yang merupakan perpaduan antara 'ekstraversi dan keramahan'.
"Lumba-lumba adalah hewan yang hebat untuk penelitian semacam ini, seperti primata, lumba-lumba itu cerdas dan sosial," ujar Dr Blake Morton, psikolog di Universitas Hull seperti dilansir dailymail.co.uk, Jumat (19/2).
"Kami memiliki hipotesis jika faktor-faktor seperti kecerdasan, sikap sosial, dan rasa ingin tahu yang tinggi ini dimiliki lumba-lumba, seharus mereka memiliki ciri kepribadian yang mirip dengan primata," sambungnya.
Ia merujuk sebuah teori sifat psikologis yang dikembangkan pada 1980-an yang menyebutkan bahwa manusia memiliki lima ciri kepribadian yaitu keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan, dan neurotisme.
Kelima ciri ini ternyata juga dimiliki oleh primata, namun terkait dengan lumba-lumba belum ada studi ekstensif yang dilakukan.
"Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami mengapa perilaku kita turun ke lima ciri tersebut, jadi salah satu cara untuk memahaminya adalah dengan membandingkan diri kita dengan hewan lain," papar Dr Morton.
Untuk menentukan sejauh mana kelima ciri tersebut berkontribusi pada evolusi kepribadian lumba-lumba, maka tim kemudian menindaklanjutinya dengan membuat pemetaan struktur kepribadian yang dimiliki oleh 134 lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus), terdiri dari 56 jantan dan 78 betina, di fasilitas konservasi di delapan negara yang berbeda yaitu di Meksiko, Prancis, AS, Curacao, Belanda, Swedia, Bahama, dan Kepulauan Cayman.
Dalam penelitian ini, para peneliti memiliki tugas untuk menilai kepribadian setiap lumba-lumba menggunakan kuesioner yang diberikan kepada staf di setiap fasilitas konservasi yang mengenal baik mereka (para lumba-lumba).
Dari penelitian tersebut tim peneliti menemukan perilaku lumba-lumba hampir sejalan dengan permodelan lima ciri kepribadian (sifat psikologis) yang dimiliki oleh primata dan manusia.
Dalam makalah penelitian yang baru saja dipublikasikan bulan ini di Journal of Comparative Psychology, Dr Morton menekankan bahwa penelitian tersebut hanyalah permulaan dalam hal mengidentifikasi spektrum psikologis yang diperlihatkan oleh lumba-lumba.
"Lumba-lumba, seperti kebanyakan primata, memiliki otak yang jauh lebih besar daripada yang dibutuhkan tubuh mereka untuk fungsi dasar tubuh," terang Dr Morton.
"Kelebihan materi otak ini pada dasarnya memperkuat kemampuan mereka untuk menjadi spesies yang cerdas dan penuh dengan rasa ingin tahu," pungkasnya. (AFP/M-4)
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Pelanggan kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX yang dilengkapi fitur pelacakan waktu nyata (real-time tracking).
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem berisiko mengalami stres dan cedera fisik.
GOOGLE merilis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) SpeciesNet. Ini model AI yang mampu mengidentifikasi satwa liar dengan menganalisis foto dari kamera jebak.
Satwa mencakup semua jenis hewan, mulai dari yang berukuran kecil seperti serangga, hingga hewan besar seperti gajah dan paus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved