Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kesuraman akibat pandemi covid-19, banyak orang mengaku juga telah menemukan hobi baru. Hal itu sebagai dampak banyaknya waktu luang akibat berkurangnya kegiatan di luar rumah.
Hobi baru yang dijalani secara rutin dalam batas minimal waktu tertentu rupanya juga bisa meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ). Hal tersebut terbukti dari sebuah survei yang dilakukan oleh komunitas swakriya daring, DIYs.com, beberapa waktu lalu.
DIYs.com melakukan studi pada lebih dari 4.500 orang yang telah menjalani hobi baru selama enam bulan dan mencari tahu bagaimana efeknya terhadap IQ masing-masing. Hasil studi menunjukan bahwa aktivitas seperti mempelajari instrumen baru atau merajut dapat meningkatkan IQ hampir 10 persen.
“Tahun ini telah menjadi tantangan untuk kita baik secara fisik, mental dan emosional sehingga lonjakan pada hobi baru tidak mengherankan. Berpartisipasi dalam aktivitas baru adalah cara praktis untuk membantu kesehatan mental kita, terutama jika kita terkurung di rumah dalam jangka waktu yang lama. Tanpa disadari, aktivitas ini meningkatkan kesejahteraan emosional kita sekaligus membuat kita lebih pintar,” kata Perwakilan DIYs, Stefan Gheorghe seperti dilansir dari Yahoo, Rabu, (3/2).
DIYs, menemparkan hobi bermain alat musik baru di daftar teratas dengan skor 9,71%. Rata-rata IQ yang diuji sebelumnya adalah 103 dan setelah enam bulan menjadi 113.
Sebuah penelitian yang pernah diterbitkan di Universitas Zurich juga menjelaskan, memainkan alat musik dapat meningkatkan IQ seseorang, bahkan pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun ke atas. Peningkatan itu terjadi karena seorang yang gemar bermain alat musik memiliki keterampilan analitis, kreativitas, memori, dan motorik.
Bermain instrumen atau alat musik baru juga dirasa meningkatkan IQ karena pada kesempatan tersebut, bagian tertentu pada otak seseorang akan dirangsang untuk mengerjakan beberapa hal sekaligus. Mulai dari menggerakan tangan, menghafal nada, dan mendengarkan musik.
Dalam daftarnya, DIYs menempatkan hobi merajut pada urutan kedua dengan peningkatan IQ sebesar 9,68%. Setelahnya, ada olahraga (7,37%), membaca (7,07%), meditasi, (6,38%), belajar bahasa baru (5,88%), bertaman (5,10%), grup video gim daring (4,81%), menyunting video (4.26%), mencoba resep baru (4,17%), menulis (4,12%), mewarnai (3,96%), menyusun jurnal (3,26%), dan bermain gim luring (2.00%), serta menjahit (1,03%). (M-1)
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved