Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN dimulainya program vaksinasi di Indonesia pada 13 Januari 2021, kini banyak tenaga kesehatan dan medis telah menerima sms soal waktu dan lokasi vaksinasi. Setelahnya, vaksinasi akan dilanjutkan ke masyarakat luas.
Banyak yang antusias, namun tidak sedikit yang cemas akan efek vaksin ke tubuh. Cemas memang wajar tetapi kecemasan berlebih atau stres harus dihindari karena malah bisa membuat imun tidak merespon vaksin dengan baik.
Hal itu diungkapkan makalah yang ditulis oleh mahasiswa paskasarjana dari Ohio State University, Amerika Serikat, Annelise Madison. Dilansir, Rabu (13/1) di situs resmi universitas itu, news.osu.edu, Madison mempelajari 49 riset soal kerja vaksin di tubuh manusia, yang ada selama 30 tahun terakhir.
Riset-riset itu menunjukkan tiga bentuk umum gangguan imun tubuh setelah divaksin. Ketiganya adalah gangguan pembentukan antibodi untuk melawan penyakit (patogen); cepat hilangnya antibodi yang telah terbentuk; dan banyaknya efek samping dari vaksin yang muncul.
Namun makalah yang dibuat Madison juga menunjukkan kabar baik, yakni bahwa sebetulnya tiap orang memiliki kemampuan untuk membuat tubuhnya dapat merespon vaksin dengan lebih baik. Salah satu faktor utama penentu respon itu adalah tingkat stres.
Sebab itu penting bagi para penerima vaksin untuk mengontrol stres. Beberapa caranya relaksasi pikiran, meditasi, olahraga, tidur yang cukup, hingga berhenti merokok. Makalah Madison menyebutkan jika cara-cara tersebut dalam jangka waktu pendek telah terbukti dapat mengurangi stres. Sementara untuk orang yang menderita depresi, ia menyarankan untuk mencari bantuan profesional. (M-1)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved