Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Google Rilis Aplikasi untuk Riset Kesehatan

Irana
10/12/2020 21:09
Google Rilis Aplikasi untuk Riset Kesehatan
Google rilis aplikasi gratis untuk riset medis.(123RF)
Google mengumumkan, pada Rabu (9/12), bahwa mereka meluncurkan aplikasi penelitian baru untuk ponsel Android, yang memungkinkan siapa saja yang memiliki perangkat untuk berpartisipasi dalam studi medis. 
 
Studi pertama yang dijalankan melalui aplikasi, yang disebut Studi Kesehatan Google (Google Health Studies), akan melihat penyakit pernapasan seperti flu dan Covid-19.
 
Peserta dalam penelitian ini akan menggunakan aplikasi untuk melaporkan gejala pernapasan apa pun, tindakan pencegahan yang mereka lakukan untuk mencegah penyakit, dan apakah mereka telah diuji untuk COVID-19 atau flu. Aplikasi ini akan mengumpulkan data demografis, seperti usia, jenis kelamin, dan ras juga. 
 
"Peneliti dalam studi ini dapat memeriksa tren untuk memahami hubungan antara mobilitas (seperti jumlah perjalanan harian yang dilakukan seseorang di luar rumah) dan penyebaran COVID-19," tulis Google dalam siaran persnya. 
Aplikasi akan mengirimkan data ke peneliti menggunakan teknik yang disebut pembelajaran federasi, yang akan mengumpulkan tren gabungan dari beberapa perangkat, daripada menarik informasi dari setiap peserta secara individual. 
 
Google Health Studies adalah respons Google atas aplikasi Riset dari Apple yang berjalan di perangkat iOS. Tahun lalu, aplikasi itu meluncurkan studi tentang siklus menstruasi, mobilitas, dan kesehatan jantung, serta pendengaran. Apple juga memungkinkan peneliti membangun aplikasi iPhone mereka sendiri melalui program ResearchKit.
 
Studi yang dijalankan melalui aplikasi akan memiliki peringatan yang sama seperti penelitian dari produk wearable komersial lainnya: studi tersebut hanya dapat mendaftarkan orang yang dapat membeli produk seperti ponsel Android. Data gabungan adalah cara yang baik untuk melindungi privasi, tetapi itu berarti peneliti tidak dapat melihat informasi secara terperinci. 
 
Pengguna ponsel Android memiliki pendapatan rata-rata yang lebih rendah daripada pengguna iPhone, yang mungkin merupakan keuntungan untuk Studi Kesehatan Google. “Android mungkin mewakili kumpulan data yang lebih beragam (daripada iPhone). Kami sangat senang dengan kemampuan untuk memanfaatkannya, "kata John Brownstein, kepala bagian inovasi Rumah Sakit Anak Boston yang mengerjakan studi dengan Google, kepada Stat News.
 
Walakin, saat Media Indonesia memeriksa Play Store, aplikasi tersebut belum tersedia. 
 (The Verge/M-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irana Shalindra
Berita Lainnya