Sabtu 05 Desember 2020, 21:22 WIB

Soliditas Insan Perfilman dalam FFI

Deden M Rojani | Weekend
Soliditas Insan Perfilman dalam FFI

MI/Deden
Jumpa pers FFI 2020 di Jakarta, Sabtu (5/12)

Ketua komite Festival Film Indonesia (FFI) Lukman Sardi mengatakan penyelenggaran FFI tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Walakin, pihaknya ingin terus memberikan semangat kepada sineas lewat apresiasi di FFI tahun ini.

Dia mengapresiasi para sineas yang tetap produktif di masa pandemi. Dia berharap penyelenggaraan FFI 2020 dapat berjalan lancar.

"Saya merasakan soliditas luar biasa. Kita saling semangat dan saling membantu satu sama lain. Ini bukan akhir tapi jadi awal kebangkitan film Indonesia," ungkap Lukman dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (5/12).

Memang, menurutnya, pada tahun ini terdapat penurunan jumlah film yang mendaftar dalam FFI. Jika pada tahun sebelumnya untuk film panjang mencapai 180 film, tahun ini hanya ada 65 film panjang yang mendaftar.

Namun, peningkatan terjadi pada jumlah film pendek. Sehingga secara total terdapat 200 film yang terdaftar pada FFI 2020.

Adapun untuk pertama kalinya nominasi perempuan di malam anugerah Piala Citra itu mencapai 40 persen.

"Ini peningkatan luar biasa dan menjadi catatan membanggakan, dari 109 nominasi, 40 persennya pekerja film perempuan," ujar Komite Seleksi dan Penjurian FFI 2020, Nia Dinata.

Baginya, hal ini menjadi catatan yang membanggakan. Cukup besarnya nominasi perempuan, merupakan bukti nyata jika perempuan telah menjadi wajah film Indonesia.

Capaian keterwakilan gender yang mencapai 40 persen itu bahkan disebut Nia sudah sangat baik. Bahkan dia mengaku jika angka tersebut telah mengalahkan industri perfilman luar negeri.

"Jadi, ada 45 orang nomine pembuat film perempuan baik itu dari editing, penata sinematografi. Bahkan di nominasi pembuat film dokumenter 90 persen itu perempuan. Pembuat film pendek, 80 persen perempuan. Penata rias, produser, juga banyak dari perempuan," sambungnya.

Dia menambahkan, fenomena ini sekaligus isyarat jika dunia film sangat terbuka untuk semua gender. Siapapun dapat berkarya di dunia film tanah air.

"Ini adalah pencapaian yang sangat baik bagi industri perfilman. Representasi perempuan yang sudah makin meningkat jadi bukti bahwa semua punya kesempatan yang sama untuk berkarya di industri film," paparnya.

Penilaian pun menjadi kesulitan tersendiri bagi tim seleksi dan penjurian film. Meski begitu, semangat dalam memberikan apresiasi tetap harus dilakukan.

"Semoga ini menjadikan kekuatan perfilman kita semakin kuat, dan kita dapat membangun peradaban baru serta paradigma baru paska pandemi nantinya," tutup Nia. (M-2) 

Baca Juga

Jens Schlueter / AFP

Main Candy Crush Saat Rapat, Politikus Jerman ini Dikecam

👤Adiyanto 🕔Senin 25 Januari 2021, 21:47 WIB
Politisi partai sayap kiri itu mengaku beberapa orang rekannya juga bermain sudoku, catur, atau scrabble di ponsel...
dok.Submission

Submission Lantunkan Mars Pembuka Album Young Offender

👤adiyanto 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:09 WIB
Band yang turut meramaikan album ini antara lain, Toilet Sound, Treasure Hiding, Parklife, serta Cliffton J Rompies atau dikenal dengan...
Kiri: Luna; Kanan: Lupo

Pangeran William dan Kate Middleton Diam-Diam Lakukan Adopsi

👤Irana 🕔Senin 25 Januari 2021, 19:35 WIB
Lupo bergabung dengan keluarga Duke dan Duchess of Cambridge sejak 2011, sebelum kemudian meninggal pada November...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya