Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT) serta Central Institute of Mental Health (CIMH) di Jerman menemukan bahwa aktivitas fisik sehari-hari dapat membuat seseorang bahagia dan penting untuk menjaga kesehatan psikis.
Dilansir dari Medical Xpress pada Rabu (25/11), para peneliti mempelajari bagian otak yang memiliki peran sentral dalam proses tersebut. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Advances mengungkapkan bahwa dengan naik turun tangga setiap hari secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan psikis, khususnya bagi orang yang rentan dengan gangguan kejiwaan.
“Menaiki tangga setiap hari dapat membantu kita merasa terjaga dan penuh energi. Ini meningkatkan kesejahteraan,” ujar penulis utama Dr. Markus Reichert, yang melakukan penelitian di CIMH dan KIT serta Dr. Urs Braun, Kepala Kelompok Penelitian Sistem Kompleks dari Klinik Psikiatri dan Psikoterapi CIMH
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ambulant (pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain) dengan sensor pergerakannya serta survei smartphone mengenai kesehatan yang dipicu oleh data geolokasi. Sebanyak 67 orang menjadi sasaran penilaian ambulant untuk menentukan dampak aktivitas sehari-hari terhadap kewaspadaan selama tujuh hari.
Diketahui bahwa orang-orang merasa lebih bersemangat dan berenergi setelah beraktivitas. Kewaspadaan dan energi terbukti menjadi komponen penting dari kesejahteraan dan kesehatan psikis.
Temuan penelitian ini memiliki relevansi khusus dalam situasi pandemi covid-19 yang saat ini sedang terjadi serta musim dingin yang akan datang.
Di masa mendatang, temuan penelitian ini dapat digunakan dalam aplikasi smartphone yang akan memotivasi pengguna untuk aktif meningkatkan kesejahteraan mereka jika terjadi penurunan energi. Dr. Urs Braun mengatakan bahwa masih harus dipelajari apakah aktivitas sehari-hari dapat mengubah kesejahteraan serta volume otak, dan bagaimana hasil ini dapat membantu mencegah dan mengobati gangguan kejiwaan. (Yulia Kendriya Putrialvita/M-1)
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved