Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Film garapan Putrama Tuta, Everyday Is A Lullaby, premier di Busan International Film Festival (BIFF) 2020.
Film keempat sutradara Putrama Tuta ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang ikut berpartisipasi di BIFF tahun ini. Everyday Is A Lullaby bakal tayang dalam program A Window on Asian Cinema, bersama 31 film Asia lainnya. Film yang dibintangi Anjasmara, Fahrani, dan Raihaanun itu akan tayang pada hari terakhir BIFF, Jumat (30/10).
Dalam BIFF ke-25, jumlah film yang berpartisipasi hanya 192 film dari 68 negara, lebih sedikit dari edisi-edisi terdahulu. Film-film akan ditayangkan satu kali selama festival berlangsung.
Film yang naskahnya ditulis Ilya Sigma dan diproduseri John Badalu ini berkisah tentang seorang penulis yang sekarat yang mencoba menulis karyanya, dan menyadari ia telah mati dan hidup di dalam ceritanya.
Bagi Tuta, film ini berbicara mengenai hubungan manusia dengan dirinya dalam melawan rasa takut, dengan menggunakan imajinasi tanpa batas, mendobrak ruang dan waktu demi mencari jalan pulang yang terbaik.
Everyday Is A Lullaby memiliki perjalanan panjang sampai akhirnya bisa tayang tahun ini. Diproduksi sejak empat tahun silam. Dalam film ini, almarhum Deddy Soetomo juga ikut bermain.
“Film ini dibangun untuk menciptakan berbagai sudut pandang. Para aktor tidak hanya dituntut untuk berakting dan berubah menjadi sebuah karakter, tetapi untuk memainkan, mengisolasi karakter tersebut dan menyampaikannya dengan cara yang paling jujur untuk mengungkapkan kebenaran dari situasi yang diciptakan oleh pikiran," kata Tuta dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu, (21/10).
BIFF yang dimulai hari ini (21/10) ialah salah satu festival film yang prestisius di Asia. Beberapa film Indonesia yang juga pernah tayang di BIFF antara lain Hiruk-Pikuk Si Al-kisah, Sekala Niskala, Kucumbu Tubuh Indahku, dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. (RO/M-2)
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Sekitar 3.000 pengunjung bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati keseluruhan rangkaian Soundrenaline yang tersebar di Lapangan Benteng, hingga simpul kota.
Sekitar 1.400 peserta dari belasan kota berkumpul di Ancol, Jakarta, Sabtu (22/11), mengikuti Fun Walk 5 km dalam rangkaian perayaan 75 tahun BPK Penabur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved