Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMUFLASE penampilan atau citra yang ditampilkan di media sosial nyatanya bisa sangat menipu. Salah satu faktornya, tentu saja berkat kecanggihan teknologi atau aplikasi foto yang kini sudah sangat jamak.
Salah satu contoh tipuan penampilan di medsos diungkap akun Ex Treme lewat unggahan di Facebook. Unggahan itu berisi sederet foto dari dua influencer Tiongkok.
Influencer dengan akun @Coeyyyy tampak berbeda dalam dua foto yang disandingkan dan diberi tajuk 'sebelum dan sesudah'. Dilansir dari Daily Mail, @Coeyyyy adalah bintang di platform belanja daring dan sosial media Xiaohongshu atau RED yang berbasis di Tiongkok.
Perbedaan foto @Coeyyyy tampak pada pada seluruh bagian tubuh, mulai dari muka hingga bentuk rahangnya. Bahkan besaran tubuh pun turut berubah, dari agak berisi menjadi sangat langsing.
Foto itu rupanya diunggah setelah @Coeyyyy secara tidak sengaja difoto saat jalan-jalan dengan seorang teman. @Coeyyyy kemudian mengunggah foto yang sudah diedit itu.
Tidak jelas aplikasi yang digunakan. Namun beberapa aplikasi sudah terkenal punya fitur 'pencantikan' seperti FaceTune, TikTok, maupun Instagram.
Netizen pun menanggapi unggahan Ex Treme dengan beragam. Salah satunya memuji hasil editan itu dengan sebutan level Photoshop. Sedangkan netizen lain berjenaka dalam komentarnya. "Gunakan foto itu jika mereka hilang dan Anda akan menemukan orang yang sama sekali berbeda."
Netizen lain jutru berpendapat foto itu adalah dua orang berbeda, seperti pemeran pengganti dalam film laga. Ia berpendapat bahwa meskipun wanita dalam kedua gambar itu mengenakan pakaian yang sama dan berpose dalam posisi yang sama, sangat sulit untuk menedit tubuh menjadi kecil tanpa merusak latar belakang.
Netizen itu juga mengungkap foto yang diedit biasanya memiliki resolusi lebih rendah dari aslinya. Padahal, dalam foto tersebut yang terjadi malah kebalikannya. (M-1)
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved