Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
WHATSAPP menduga perusahaan spyware (perangkat pengintai) asal Israel, NSO Group telah meretas 1.400 akun pengguna mereka lewat perangkat lunak Pegasus. Berdasarkan dokumen pengadilan, teknologi NSO Group digunakan untuk meretas puluhan target termasuk pejabat intelijen Pakistan, jurnalis India, dan aktivis politik Rwanda yang berada di pengasingan.
Beberapa akun yang diretas juga berasal dari kalangan aktivis HAM, pengacara, jurnalis, dan akademisi. Temuan April lalu menyebut setidaknya 100 pengguna yang menerima pemberitahuan dugaan intrusi oleh WhatsApp.
NSO Group tidak pernah merilis daftar klien mereka dari kalanganpemerintah. Lembaga riset Citizen Lab melacak penggunaan spyware itu. Hasilnya, klien NSO Group meliputi pemerintah Arab Saudi, Bahrain, Kazakhstan, Maroko, Meksiko, dan Uni Emirat Arab.
Sebelumnya, WhatsApp mengugat NSO Group pada Oktober 2019. Mereka menuduh perusahaan itu mendalangi serangkaian serangan yang dianggap melanggar hukum Amerika Serikat.
Dilansir dari The Guardian, NSO Group menanggapi gugatan tersebut dengan dalih WhatsApp dan Facebook dianggap oleh klien pemerintah mereka, sebagai ruang aman bagi teroris dan penjahat lain. Tanpa layanan NSO Group, penjahat itu dapat beroperasi di suatu negara, tanpa takut terdeteksi oleh penegak hukum.
NSO Group menganggap gugatan WhatsApp akan berimbas pada masalah keamanan nasional dan kebijakan luar negeri klien mereka.
WhatsApp menyatakan NSO Group berusaha menghindari tanggung jawab. WhatsApp juga mempertanyakan keakuratan klaim NSO Group yang menyebut Facebook pernah ingin membeli beberapa teknologi NSO Group pada 2017.
Salah satu pendiri NSO Group, Shalev Hulio, mengatakan NSO pernah didekati dua perwakilan Facebook pada Oktober 2017. Mereka bertanya tentang kemampuan Pegasus. Bahkan pernyataan itu disampaikan di bawah sumpah pengadilan. (M-4)
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, fungsi wewangian mulai bergeser dari sekadar pelengkap penampilan menjadi bagian dari ekspresi personal.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
Industri brokerage properti di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pergeseran perilaku konsumen yang semakin rasional dan berbasis data
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
Inggris berupaya memperkuat hubungan dagang sekaligus berbagi pengalaman dan teknologi keamanan siber guna mendukung transformasi digital Indonesia.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik
Penguatan teknologi AI dan cyber defense ini tidak hanya penting dalam konteks pertahanan militer, tapi juga mendukung ketahanan pangan
Percakapan aktivis atau pegiat media sosial seperti Ferry Irwandi bukan tugas dan fungsi pokok dari TNI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved