Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN panjang mencapai hampir 18 meter, hiu paus menjadi ikan terbesar dan terpanjang di lautan. Sayangnya, masih sedikit pengetahuan tentang spesies yang terancam punah itu. Selain status terancam punah, struktur tubuh unik hiu paus juga membuat peneliti kesulitan mempelajarinya.
Bahkan, peneliti kelautan masih kesulitan untuk menentukan usia hiu paus. Padahal, hal itu sangat penting untuk konservasi.
Baru-baru ini, peneliti berhasil mengonfirmasi usia dari sampel karbon pada ruas tulang belakang dua hiu paus. Sampel itu diperoleh dari sisa uji coba bom nuklir selama Perang Dingin.
Sebelumnya, para ilmuwan berusaha mengungkap usia hiu paus dengan metode yang mirip dengan penentuan usia pohon, yakni dengan mengiris tulang belakang. Sayangnya, peneliti tidak pernah memutuskan rentang waktu pembentukan lingkaran. Apakah sekali atau malah dua kali dalam setahun, sehingga peneliti kesulitan menentukan masa hidup hiu paus.
Peneliti senior dari Australian Institute of Marine Science, Mark Meekan, bersama tim menyelesaikan debat lingkaran pertumbuhan itu dengan menggunakan karbon sisa dari tes bom.
Karbon-14 adalah isotop radioaktif alami yang sering digunakan arkeolog untuk mengabadikan fosil dan artefak suatu benda. Karbon-14 memiliki laju peluruhan yang konstan. Pasca era pengujian senjata nuklir pada 1960-an, tingkat karbon-14 meningkat. Karbon itu memenuhi atmosfer dan lautan, berakhir di ruas tulang beberapa ikan terbesar di dunia.
Meekan meneliti tulang belakang sampel dari hiu sepanjang 9,7 meter yang terdampar di Pakistan pada 2012 dan hiu kecil yang ditemukan di Taiwan pada 2005.
Hasil ekstraksi sampel tersebut lalu dibandingkan dengan karbon-14 dari materi lain yang telah diketahui umurnya. Hasilnya, diketahui dua hiu paus berusia 50 dan 35 tahun.
Hal itu memutus rantai perdebatan tentang lingkaran pertumbuhan hiu paus. Berdasarkan penanggalan radiokarbon, lingkaran pertumbuhan hiu paus terbentuk setahun sekali.
"Sekarang kita tahu lingkaran pertumbuhan terbentuk sekali setahun. Kita tahu hiu paus tumbuh lambat,"ujar Meekan sebagaimana dilansir CNN.
Menurutnya, pertumbuhan lambat itu semakin mengkhawatirkan keberadaan populasi hiu paus yang kini berstatus status terancam. Sekaligus menjadi tantangan konservasi spesies unik itu. (M-4)
UNTUK pertama kalinya di Indonesia, para peneliti mengonfirmasi temuan neonatal atau bayi hiu paus di alam liar. Bayi hiu paus tersebut berukuran hanya sekitar 135–145 sentimeter.
Penelitian terbaru mengungkap gunung-gunung bawah laut atau seamount menjadi pusat kumpulan hiu dan predator besar. Namun habitat unik ini terancam overfishing dan trawl dasar.
Penangkapan ikan berlebihan, polusi, dan rusaknya habitat laut telah mendorong sepertiga dari 500 spesies hiu di dunia ke ambang kepunahan.
Penelitian terbaru mengungkap asidifikasi laut akibat CO2 dapat merusak gigi hiu, memengaruhi kemampuan berburu, dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut.
DNA inti hiu putih di berbagai belahan dunia relatif seragam, tetapi DNA mitokondria justru berbeda-beda.
Studi terbaru mengungkap megalodon, hiu purba raksasa yang menguasai lautan jutaan tahun lalu, bisa mencapai panjang hingga 24,3 meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved