Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDITASI tidak hanya membawa kebaikan bagi kesehatan mental, melainkan juga kesehatan fisik. Hal itu diungkapkan oleh penelitian baru-baru ini yang mengemukakan bukti bahwa meditasi setiap hari dapat memperlambat penuaan otak. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurocase itu, dilakukan dengan menganalisis seorang biksu yang bermeditasi setiap hari dan dampaknya terhadap otak.
Tim peneliti dari University of Wisconsin-Madison dan Harvard Medical School itu mempelajari otak seorang biksu Buddha Tibet bernama Yongey Mingyur Rinpoche. Biksu berusia 41 tahun itu telah mempraktekan meditasi hampir setiap hari dalam hidupnya. Ia menunjukkan kemampuan meditasi di atas rata-rata dan sebagai guru meditasi sejak beberapa tahun silam.
Dalam penelitiannya, tim peneliti memindai empat kali otak Yongey Mingyur Rinpoche menggunakan mesin MRI selama 14 tahun terakhir. Dalam periode yang sama tersebut, para peneliti juga mencatat pindaian otak MRI dari kelompok kontrol yang terdiri dari 105 orang dewasa lainnya dari daerah setempat yang usianya mendekati Yongey Mingyur Rinpoche.
Para peneliti kemudian menyerahkan semua pemindaian otak ke sistem kecerdasan buatan (AI) yang disebut kerangka Brain Age Gap Estimation (BrainAge). Sistem BrainAge telah dirancang untuk menerka tentang usia seseorang dengan melihat hasil pindaian otak. Hal itu dilakukan dengan memperhatikan struktur materi abu-abu di otak, yang massanya akan berkurang seiring bertambahnya usia seseorang.
Sistem BrainAge menilai usia Yongey Mingyur Rinpoche adalah 33 tahun. Sedangkan 105 orang lainnya dalam kelompok kontrol masuk ke dalam kategori yang memiliki penuaan tipikal. Hasil tersebut ditafsirkan oleh tim peneliti sebagai bukti penuaan otak Yongey Mingyur Rinpoche lebih muda delapan tahun dibandingkan kelompok kontrol. Tim peneliti juga mencatat bahwa otak Yongey Mingyur Rinpoche menunjukkan telah matang lebih awal dibandingkan otak lainnya dalam kelompok kontrol.
“Jika efek ini terakumulasi dari waktu ke waktu, kami pikir akan ada implikasi kesehatan dan kesejahteraan yang sangat penting," terang ilmuwan saraf, Richard Davidson, seperti dilansir CNN, Jumat (20/3). (M-4)
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Korps Relawan Bencana di bawah Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), melaksanakan rangkaian Psychosocial Support Program bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Dialah Saparinah Sadli, perempuan berusia 99 tahun yang menjadi saksi hidup perjalanan panjang ilmu psikologi dan gerakan perempuan di Indonesia.
Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik Unpad akan menggelar Workshop Pauli Reimagined pada 4 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat
Penggunaan pacar AI di platform seperti Character.AI makin populer, tetapi pakar memperingatkan risikonya.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Penelitian terbaru mengungkap ekspresi wajah primata dan manusia adalah tindakan terencana, bukan sekadar respons emosional otomatis.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Pernahkah kamu melihat wajah pada rumput, batu, bangunan, atau mungkin benda-benda terdekat di sekitar?
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved