Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Bekerja, dan belajar dari rumah menuntut banyak orang untuk standby lebih sering dengan layar komputer maupun smartphone untuk tetap berkomunikasi dengan kantor. Namun paparan cahaya biru menghasilkan radikal bebas, yang memainkan peran penting dalam penuaan kulit. Peneliti pun masih mengulik lebih dalam mengenai hal ini.
Dr Richa Nagpal, Konsultan, Dermatologi, Rumah Sakit Fortis, India menjelaskan semua layar digital memancarkan cahaya berenergi tinggi yang disebut juga 'Cahaya Biru'.
Cahaya ini terletak pada spektrum cahaya tampak dan memiliki panjang gelombang pendek (450-490 nm) dan jumlah energi yang lebih tinggi.
Sinar matahari adalah sumber utama cahaya biru di luar ruangan. Sedangkan LED, lampu neon dan layar digital ( TV, telepon pintar, komputer, laptop, tablet, dan game) menghasilkan cahaya biru dalam ruangan.
"Paparan cahaya biru menghasilkan radikal bebas, yang memainkan peran penting dalam penuaan kulit. Karena memiliki energi tinggi, ia dapat menembus jauh ke dalam kolagen dan elastin yang menyebabkan kerusakan kulit lebih lanjut," kata Nagpal.
Selain mempercepat produksi radikal bebas, proses regenerasi kulit juga terganggu. Secara teoritis, terjadi peningkatan risiko gangguan pigmen seperti hiperpigmentasi dengan penggunaan berlebihan pada smartphone dan perangkat elektronik.
Banyak penelitian sedang dilakukan mengenai efek cahaya biru pada kulit. "Sampai sekarang kemungkinan bahwa cahaya biru menyebabkan penuaan dini pada kulit dan perannya dalam hiperpigmentasi tetap spekulatif," kata Nagpal.
Namun, mengingat kemungkinan masalah kesehatan yang terkait dengan cahaya biru, waktu layar harus diminimalkan. Sebaiknya matikan semua perangkat digital beberapa jam sebelum tidur.
Eksposur lebih lanjut dapat dengan mengurangi tingkat cahaya biru pada layar atau menggunakan layar khusus yang menyaring cahaya biru. (News18. Com/M-2 )
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved