Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Membuang sampah ke sungai atau puntung rokok ke laut sudah tentu mencemari lingkungan. Tapi sadarkah, jika membuka bungkus atau memutar tutup botol minuman kemasan saja dapat membahayakan kesehatan dan menyumbang polusi debu mikroplastik ke udara? Hal itulah yang diungkapkan oleh penelitian dari University of Newcastle Australia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports itu menemukan bahwa hanya dengan memotong dengan gunting atau pisau, menyobek dengan tangan, serta memuntir secara manual kemasan plastik, kantong plastik, tutup botol plastik, atau selotip saja dapat menyebarkan polusi mikroplastik.
Dalam penelitiannya, tim peneliti memantau pembentukan mikroplastik selama menyobek kemasan coklat, menggunting selotip, dan membuka tutup botol kemasan plastik. Menggunakan analisis kimia dan pemindai, berbagai jenis mikroplastik berhasil diidentifikasi selama proses tersebut.
Yang utama ditemukan yaitu serat dan fragmen, namun pecahan kecil yang tampak berbentuk segitiga juga diidentifikasi, dan kesemuanya itu memiliki ukuran yang berkisar dari mikroskopis hingga pecahan kecil yang tak lebih dari satu inci.
Penelitian itu menemukan 0,00001 miligram mikroplastik dihasilkan untuk setiap 300cm (118 inci) plastik ketika dipotong atau dipuntir. Hal itu tergantung pada caranya membukanya dan kondisi plastik itu sendiri, seperti tingkat kekakuan, ketebalan, atau berat jenisnya.
Menggunting atau menyobek kemasan plastik dengan tangan dapat menghasilkan jumlah mikroplastik yang cukup mirip. Sedangkan menggunakan pisau untuk memotong kemasan plastik melepaskan lebih banyak limbah mikroplastik secara signifikan. Adapun memuntir botol kemasan plastik menghasilkan fragmen mikroplastik yang lebih besar.
Meskipun fragmen mikroplastik itu meskipun tampaknya jumlah yang kecil, namun dapat meningkat ke tingkat yang berpotensi berbahaya dan pada akhirnya berpotensi menyebabkan penyakit setiap kali kemasan plastik produk sehari-hari tersebut dibuka. Fragmen mikroplastik tersebut dikhawatirkan dapat mengakumulasi bahan kimia beracun dan bagian terkecilnya menembus organ serta memasuki aliran darah pada tubuh manusia.
Koresponden penelitian, Dr Cheng Fang, mengatakan temuan tersebut mengejutkan ketika mendapati bahwa hanya dengan melakukan tugas sederhana dan sehari-hari seperti itu dapat menyumbang partikel kecil plastik ke udara. Fang menyerukan penelitian lebih lanjut tentang risiko paparan mikroplastik bagi kesehatan manusia sekaligus mendesak agar orang-orang mengambil tanggung jawab pribadi atas penggunaan plastik.
"Sekalipun risiko plastik pada manusia belum terselesaikan, mikroplastik telah memasuki tubuh kita, yang berasal dari konsumsi melalui rantai makanan atau dari menghirup udara,” ujarnya.
Tahun lalu sebuah penelitian mengenai limbah manusia menemukan bahwa rata-rata orang secara tidak sengaja menelan lebih dari 73 ribu potongan mikroplastik setiap tahunnya. Mengutip Science Alert, pada 2060 mendatang diperkirakan sebanyak 265 juta ton sampah plastik telah menumpuk di lingkungan dan lebih dari 13 %-nya merupakan mikroplastik berukuran kurang dari 5 milimeter (1/5 inci). (DailyMail/M-2)
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved