Selasa 07 Januari 2020, 16:20 WIB

Makin Canggih, Peretas Bajak Ponsel Lewat SIM Card

Melalusa Susthira K | Weekend
Makin Canggih, Peretas Bajak Ponsel Lewat SIM Card

123rf
Awas SIM Jacking.

KEHADIRAN teknologi saat ini seperti pisau bermata dua. Satu sisi memberikan kemudahan bagi penggunanya, sayangnya di sisi lain menjadi celah bagi kejahatan.

Para hacker atau peretas kini pun makin cangih dengan menggunakan perangkat teknologi. Salah satunya dengan membajak kartu telepon selular (SIM card) seseorang alias SIM-Jacking. SIM-jacking memungkin peretas
mengambil kendali SIM card seseorang dan mencuri informasi pribadi hingga meretas rekening bank.

Peretas dengan informasi yang cukup menyangkut data pribadi korban, seperti nama, tanggal lahir, dan informasi lainnya yang dapat ditemukan secara daring, dapat mengelabui operator jaringan untuk memberikan kode yang sangat penting bagi mereka, yang disebut Porting Authorization Code (PAC).

PAC merupakan kode gratis yang disediakan perusahaan telepon seluler kepada pelanggannya ketika mereka ingin berganti SIM card lain, misalnya ketika kehilangan ponsel namun ingin mempertahankan nomor lama. Beberapa operator seluler akan mengirimkan kode PAC melalui SMS ataupun telepon pada nomor yang ingin ditransfer ke jaringan lain, atau telepon rumah.

Setelah mengantongi kode PAC yang biasanya terdiri dari 9 karakter, peretas dapat mengambil alih nomor ponsel korban dan mengontrol informasi pribadi yang disimpan dalam SIM card, seperti identitas, pesan, dan kunci keamanan pribadi. Peretas lebih lanjut dapat menggunakannya untuk menyetujui transaksi bank lewat notifikasi SMS untuk mencuri uang di rekening bank korban, dan melakukan jenis penipuan lainnya.

Pada Oktober 2019, jurnalis sekaligus penulis kuliner asal Inggris, Jack Monroe, mengaku kehilangan sekitar 5.000 poundsterling atau sekitar Rp91 juta setelah kartu telepon selulernya diretas.

"Sepertinya detail kartu saya dan info PayPal diambil dari transaksi daring. Nomor telepon dialihkan ke SIM card baru, yang berarti akses kejahatan/autentikasi bypass dan otorisasi pembayaran,” cicit Monroe yang mengaku sangat paranoid atas kejadian tersebut.

"Penggelapan SIM card sangat merusak, seperti yang kita lihat dialami Jack Monroe. Ada bahayanya. Anda tidak boleh hanya berpikir dalam hal kerugian finansial, ada kecemasan, dan penderitaan," terang Konsultan Perlindungan Data, Pat Walshe.

Menurut Kantor Komisi Informasi (ICO) Inggris, ada 300 laporan terkait pembajakan SIM card sejak April 2019. Padahal pada tahun sebelumnya, laporan serupa hanya mencapai 99 laporan. Meningkatnya angka pembajakan SIM card tersebut menunjukkan praktik demikian semakin populer di kalangan peretas dan dikhawatirkan dapat terus meningkat. (dailymail/M-3)

Baca Juga

Etienne TORBEY / AFP

Duh Kasihan, Ratusan Kucing ini Terlantar Lantaran Pandemi

👤Adiyanto 🕔Minggu 17 Januari 2021, 19:00 WIB
Bukti keberadaan kucing di Siprus sudah ada lebih lama daripada di tempat lain, termasuk Mesir di era...
Instagram Nimsdai

Capai Puncak K2 di Musim Dingin, 10 Sherpa Tulis Sejarah Dunia

👤Irana 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:44 WIB
Dalam dunia pendakian puncak-puncak dunia yang telah lama didominasi pendaki dan ekspedisi barat --yang mengandalkan Sherpa untuk...
Sumber: Boeing/National Geographic/Gulfnews/Graphic News/Tim Riset MI-NRC

Mengenal Sejarah dan Teknologi Black Box Pesawat

👤Sumber: Boeing/National Geographic/Gulfnews/Graphic News/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 17 Januari 2021, 04:45 WIB
SEKITAR seminggu lalu, tepatnya Sabtu (9/1), pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tujuan Pontianak jatuh di perairan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya