Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam satu pertanda baru bahwa teknologi AI telah mengubah industri pertanian, dilaporkan bahwa para insinyur di University of Cambridge telah mengembangkan robot yang menggunakan pembelajaran mesin untuk memetik selada.
Robot itu, yang dijuluki "Vegebot", telah dirancang untuk pertama-tama mengidentifikasi selada jenis iceberg dan kemudian memutuskan apakah itu sehat dan siap untuk dipetik. Demikian disampaikan pihak universitas, seperti dilansir CNBC, Senin (8/7).
Vegebot pertama kali dilatih untuk mengidentifikasi dan memilih tanaman yang peka di laboratorium dan sekarang telah melakukan tes yang berhasil dalam berbagai kondisi lapangan.
Robot ini dilengkapi dua kamera. Kamera pertama, di bagian 'kepala', digunakan untuk menangkap dan menilai selada dalam tampilan. Robot akan memutuskan dipanen atau tidaknya daun selada itu berdasarkan algoritma pembelajaran mesin yang dilatih pada ribuan helai selada dalam berbagai kondisi cuaca. Ada daun yang mungkin ditolak karena tidak matang atau membawa penyakit.
Kamera kedua diposisikan dekat pisau pemotong dan membantu memastikan potongan yang halus. Para peneliti juga dapat menyesuaikan tekanan pada cengkeraman lengan robot, sehingga cukup kuat untuk memegang selada, namun tidak sampai menghancurkannya. Menurut tim Cambridge, kekuatan genggaman dapat disesuaikan untuk tanaman lain.
Universitas menambahkan bahwa kendati perangkat purwarupa belum secepat atau seefisien manusia, itu menunjukkan bagaimana robot dapat digunakan dalam pertanian pada skala yang lebih luas. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Field Robotics.
"Setiap bidang berbeda, setiap selada berbeda," Simon Birrell, dari Departemen Teknik Cambridge, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Tetapi jika kita dapat membuat robot pemanen bekerja dengan selada iceberg, kita juga bisa membuatnya bekerja dengan banyak tanaman lainnya," tambah Birrell.
Penelitian di Cambridge mewakili penggunaan terbaru dari teknologi pintar di sektor pertanian.
Pada akhir Maret 2019, petani buah T&G Global mengumumkan bahwa robot pemanen digunakan untuk melakukan panen apel komersial di Selandia Baru. Robot pemetik apel otomatis telah dikembangkan oleh Abundant Robotics, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di California.
"Mengembangkan pemanen apel otomatis membutuhkan penyelesaian sejumlah masalah teknis yang kompleks secara paralel, dari mengidentifikasi buah yang dapat dipanen secara visual dan memanipulasi secara fisik untuk memetik tanpa memar, hingga menavigasi kebun itu sendiri dengan aman," Dan Steere, CEO Abundant Robotics, mengatakan satu waktu. (M-2)
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, fungsi wewangian mulai bergeser dari sekadar pelengkap penampilan menjadi bagian dari ekspresi personal.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved