Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi dari Radiological Society of North America (RSNA) baru-baru ini menunjukan bahwa volume orang dewasa dengan gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment/MCI) bisa mengalami peningkatan di beberapa area tertentu. Hal itu didapat dari aktivitas olahraga empat kali seminggu dalam periode enam bulan.
Namun demikian, peningkatan justru tampak terlihat lebih signifikan pada mereka yang berpartisipasi dalam latihan aerobik. "Bahkan dalam periode waktu singkat, kami melihat latihan aerobik mengarah pada perubahan yang luar biasa pada otak," kata Ketua Peneliti dari Wake Forest School of Medicine (WFSM), di Winston-Salem, Caroline Utara, Amerika Serikat, Laura D. Baker, sebagaimana dilansir Science Daily.
Adapun penelitian itu sendiri melibatkan 35 orang dewasa yang mengidap MCI. Sebagaimana diketahui dewasa ini, MCI telah dialami lebih dari 5 juta orang dewasa di Amerika Serikat, yang mana sebagaian besar dari mereka juga dipercaya memiliki potensi untuk terkena penyakit Alzheimer.
Para peserta selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok besar. Sebanyak 16 peserta (rata-rata berusia 63 tahun) dilibatkan dalam kegiatan aerobik, sementara sisanya diikutsertakan dalam aktivitas peregangan (stretching). Hasil pemindaian otak dengan resolusi tinggi yang diperoleh dari semua peserta pada pra dan pasca uji coba lantas menunjukan perbedaan yang cukup signifikan.
"Kami menggunakan gambar resolusi tinggi untuk mengukur perubahan anatomi dalam area otak mereka untuk mendapatkan data volumetrik dan informasi terarah. Jika dibandingkan dengan kelompok peregangan, kelompok aerobik memiliki total volume otak yang lebih besar," imbuh rekan penelitian Laura, Jeongchul Kim.
Kim selanjutnya juga mengatakan bahwa pada dasarnya segala jenis olahraga dapat bermanfaat untuk perkembangan volume otak. Namun demikian, jika ada waktu yang memungkinkan, orang-orang lebih baik mengikuti aktivitas aerobik karena dapat menciptakan atau memperoleh potensi fungsi kognitif yang lebih baik dan lebih tinggi.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved