Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
Berkunjung ke Banyuwangi selain menikmati keindahan alam dan budayanya juga wajib mencicipi kuliner khasnya. Jangan lupa membeli oleh-oleh khas daerah sana. Media Indonesia merangkum sejumlah penganan khas Banyuwangi yang bisa Anda bawa pulang, apa saja itu?
1. Kopi Banyuwangi
Banyuwangi memiliki sejumlah varian kopi yang berbeda dari daerah lain. Namun, yang paling terkenal adalah Kopi Kemiren. Kopi tersebut merupakan produksi masyarakat Desa Adat Osing Kemiren. Banyuwangi juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia, bahkan kualitas kopi Banyuwangi berada di peringkat ke 4 setelah Jamaica, Hawaii, dan Toraja. Di Banyuwangi terdapat beberapa perkebunan kopi yang mampu memproduksi hampir 3.900 ton kopi per tahun dari sekitar 3.800 hektare perkebunan kopi. Di sini juga terdapat komunitas yang memiliki tradisi minum kopi yang khas, seperti di desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di desa tersebut, masyarakat setempat memiliki filosofi minum kopi yang disimbolisasi dalam ungkapan "sekali seduh kita bersaudara". Selain kopi Kemiren, jenis kopi yang juga terkenal dari Banyuwangi adalah kopi Lanang dan kopi Seblang.
2. Kue Bagiak
Bagiak adalah kue asli Banyuwangi yang mempunyai rasa manis dan asin. Biasanya kue ini berbentuk lonjong. Ada banyak varian rasa dari kue Bagiak seperti keninggar, cokelat, kacang hingga durian. Kue tersebut terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, seperti tepung kanji, pelapah, susu, garam, telur, dan bahan perasa, yang kemudian diolah menjadi satu adonan dan dicetak sesuai bentuk lalu dipanggang dalam oven. Bagiak berarti bahagia yang juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen atau juga berarti sebagai kemenangan besar melawan hawa nafsu serta adanya hajatan keluarga. Pada awalnya kue Bagiak ini hanya tersedia pada saat Hari Raya Idul Fitri saja. Namun kemudian menjadi camilan yang menjadi ciri khas Banyuwangi dan bisa dinikmati setiap saat.
3. Kerupuk rumput laut
Kawasan pesisir Banyuwangi kaya akan tangkapan laut. Salah satu produk unggulah Banyuwangi adalah kerupuk rumput laut. Hal yang istimewa dari kerupuk rumput laut khas Banyuwangi adalah tanpa msg. Rasa asin di kerupuk tersebut berasal dari rumput laut.
4. Sale Pisang
Sale Pisang sepertinya sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Setiap daerah memiliki varian Sale Pisangnya sendiri. Banyuwangi juga memiliki Sale Pisangnya sendiri. Makanan tersebut terbuat dari buah pisang diiris tipis kemudian dijemur hingga kering. Banyak sentra pembuat sale pisang, seperti di kelurahan Klatak, Lateng, Singonegaran, Kebalenan, Penganjuran, Mojopanggung, Kecamatan Glagah, Songgon, Sukonatar,Bangorejo, Buluagung, dan Siliragung. Tidak mengherankan karena dahulu Banyuwangi pernah dikenal sebagai kota pisang karena banyak tanaman pisang di daerah tersebut. Nah, bagi Anda yang ke Banyuwangi wajib mencoba sale pisang tersebut karena rasanya gurih dan renyah.
5. Kaos Banyuwangi
Oleh-oleh lainnya yang wajib dibeli adalah kaos khas Banyuwangi. Anda dapat membeli kaos khas Banyuwangi yang tersedia di berbagai pusat oleh-oleh. Kaos-kaos tersebut memiliki kata-kata yang unik dengan ciri khas etnik Banyuwangi. (M-3)
Baca juga : Ide Makanan Lebaran dari Sang Master
Kunjungan wisatawan NTT naik 30%! Palapa Ring Timur untuk dukung konektivitas Kupang-Waingapu-Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster ungkap dampak konflik Timur Tengah. Kunjungan wisman turun 800 orang/hari & 35 penerbangan di Bandara Ngurah Rai batal. Cek detailnya.
Sekretaris Jenderal United Nations (UN) Tourism Shaikha Al Nuwais menegaskan korelasi erat antara pariwisata dengan perdamaian.
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Mudik motor favorit masyarakat, tapi waspadai Auto-Behavior Syndrome (ABS), kondisi berkendara tanpa sadar akibat kelelahan yang bisa memicu kecelakaan fatal di perjalanan.
Sebanyak 323 bus dengan 16.086 kursi akan diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Sementara dari Bandung disiapkan 23 bus dengan 1.133 kursi.
Pelindo telah memetakan sejumlah pelabuhan yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang tertinggi selama mudik Lebaran tahun ini.
Dinas Kesehatan Klaten untuk pos kesehatan menerjunkan 180 tenaga kesehatan dari 34 puskesmas, 13 rumah sakit, 45 klinik, Ballkesmas, Dinas Kesehatan, dan Griya Sehat.
Pemeriksaan dilakukan di PO Cahaya Bakti Utama (CBU) Terminal Sumber, PO Bhineka Sangkuriang di kawasan Ciperna, serta PO Sahabat di Kecamatan Weru.
Hingga saat ini lebih dari 50 persen dari 2.440 kilometer jalan Provinsi di Jawa Tengah belum memiliki lampu penerangan jalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved