Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Modus algoritma yang digunakan oleh platform Netflix dan Spotify untuk mengustomisasi layanan mereka ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk memprediksi risiko kematian atau serangan jantung pasien.
Pembelajaran mesin digunakan untuk melatih LogitBoost, yang menurut pengembangnya dapat memprediksi kematian atau serangan jantung dengan akurasi 90%. Algoritma itu menyertakan 85 variabel untuk menghitung risiko terhadap kesehatan dari 950 pasien yang dipindai dan didata.
Pasien yang mengeluh nyeri dada menjadi sasaran serangkaian pemindaian dan tes sebelum dirawat dengan metode tradisional. Data mereka selanjutnya digunakan untuk 'melatih' algoritma. Algoritma tersebut kemudian mempelajari risiko-risiko yang ada, dan setelah enam tahun masa tindak lanjut, memiliki tingkat keberhasilan 90% dalam memprediksi 24 serangan jantung dan 49 kematian dari penyebab apapun.
Hal tersebut terungkap dalam studi Dr Luis Eduardo Juarez-Orozco, dari Turku PET Center, Finlandia. Studi ini dipresentasikan pada konferensi internasional tentang Kardiologi Nuklir dan CT Jantung.
"Kemajuan ini jauh melampaui apa yang telah dilakukan dalam kedokteran, di mana kita perlu berhati-hati tentang bagaimana kita mengevaluasi risiko dan hasil. Kami memiliki data tetapi kami belum menggunakannya secara maksimal," tuturnya seperti dikutip dari DailyMail, kemarin.
Layanan seperti Netflix dan Spotify menggunakan algoritma dengan cara yang mirip untuk beradaptasi dengan pengguna individu dan menawarkan tampilan yang lebih personal.
Melalui pengulangan dan penyesuaian, mesin menggunakan data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi pola-pola kompleks yang tidak terlihat oleh manusia.
Menurut Juarez-Orozco, manusia memiliki waktu yang sangat sulit untuk berpikir lebih jauh dari tiga dimensi atau empat dimensi. "Saat kita melompat ke dimensi kelima kita tersesat. Studi kami menunjukkan bahwa pola dimensi yang sangat tinggi lebih berguna daripada pola dimensi tunggal untuk memprediksi hasil pada individu dan untuk itu kami membutuhkan pembelajaran mesin."
Algoritma, lanjutnya, secara progresif belajar dari data dan setelah banyak putaran analisis, dapat menemukan pola dimensi tinggi secara efisien mengidentifikasi pasien yang memiliki kejadian.
"Hasilnya adalah skor risiko individu. Ini harus memungkinkan kita untuk mempersonalisasikan pengobatan dan pada akhirnya mengarah pada hasil yang lebih baik bagi pasien." (M-2)
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Upaya peningkatan kualitas nutrisi masyarakat Indonesia terus diperkuat melalui riset dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved