Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH wisatawan Indonesia yang berlibur ke luar negeri terus meningkat signifikan sepanjang tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat 8,9 juta perjalanan ke luar negeri selama 2024, naik sekitar 19% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan internasional, terutama untuk mengejar pengalaman baru.
Dalam riset Travel Pulse 3.0 yang dilakukan Klook, yaitu aplikasi perjalanan online, tahun ini, terungkap bahwa 91% wisatawan Indonesia mengalokasikan setengah dari anggaran traveling mereka untuk mencoba pengalaman baru, seperti mencoba kuliner khas, mengunjungi atraksi populer, hingga mengikuti aktivitas budaya lokal.
Senior Director, Head of Product and Solutions PT Visa Worldwide Indonesia, Dessy Safitri Masri, mengungkap bahwa berdasarkan survei Visa–Klook, ada tiga destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan Indonesia, yaitu Jepang, Singapura, dan negeri tetangga, Malaysia.
Dessy juga menjelaskan bahwa alasan Jepang dan Singapura menjadi tujuan favorit karena layanan publiknya ramah wisatawan dan penerimaan pembayaran digital seperti Visa yang luas. Hal ini membuat wisatawan Indonesia merasa lebih nyaman dalam transaksi, baik untuk transportasi, belanja, maupun kuliner saat berada di kedua negara tersebut.
“Dua negara in (Jepang dan Singapura) menonjolkan layanan kepariwisataan mereka yang ramah traveler, dan juga untuk penerimaan pembayaran kartu seperti Visa itu sangat luas di destinasi tersebut,” ujar Dessy pada sesi acara aplikasi perjalanan online tersebut di Jakarta, Jumat (21/11).
Selain tiga destinasi di atas, sejumlah negara Asia lain seperti China, Vietnam, dan Korea juga mengalami peningkatan minat yang signifikan. Sementara itu, perjalanan jarak jauh ke negara-negara seperti Australia, China, dan Korea diminati terutama oleh kelompok wisatawan muda atau sering disebut dengan millennial affluent.
Riset Travel Pulse 3.0 mencatat bahwa 98% responden pernah bertransaksi online dan 90% menggunakan mobile untuk pembelian tiket pesawat, hotel, dan atraksi wisata. Kecenderungan ini membuat layanan pembayaran seperti Visa serta platform perjalanan seperti Klook memiliki peran dalam kemudahan perjalanan masyarakat. Dessy juga mengklaim bahwa Visa mampu memproses hingga 26.000 transaksi per detik. (Z-100
RYLAN Henry Pribadi, cucu konglomerat Indonesia Henry Pribadi, meninggal dunia pada 7 Januari silam.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
ANGGOTA DPR RI Puti Guntur Soekarno Putri menyebut nilai-nilai Pancasila telah lama diadopsi oleh masyarakat Jepang menjadi filosofi dan standar moral.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved