Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELAJAHI kota baru tak lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Untuk para pencinta wisata kuliner, daftar terbaru dari Time Out mengungkapkan kota-kota terbaik di dunia yang menawarkan pengalaman gastronomi luar biasa pada 2025. Kabar baiknya, Jakarta berhasil masuk dalam peringkat 10 besar!
Time Out melakukan survei terhadap lebih dari 18.500 orang secara global untuk menentukan destinasi kuliner terbaik. Hasilnya, New Orleans di Amerika Serikat menempati peringkat pertama, berkat perpaduan kuliner yang dipengaruhi budaya Prancis, Spanyol, Vietnam, dan Afrika. Hidangan khas seperti gumbo, jambalaya, dan beignet menjadi favorit wisatawan.
Di posisi kedua, Bangkok, Thailand, dikenal dengan jajanan kaki limanya yang lezat dan restoran berbintang Michelin seperti Gaggan Anand. Sementara itu, Medellín, Kolombia, berada di peringkat ketiga dengan harga makanan yang terjangkau serta kopi berkualitas tinggi.
Cape Town, Afrika Selatan, menempati posisi keempat dengan sajian laut segar, sementara Madrid, Spanyol, berada di peringkat kelima dengan inovasi kuliner yang berkembang pesat. Mexico City di posisi keenam semakin populer di kalangan wisatawan kuliner internasional.
Lagos, Nigeria, berada di posisi ketujuh berkat hidangan khasnya seperti nasi jollof dan suya panggang yang kaya rempah. Shanghai, Tiongkok, berada di urutan kedelapan dengan tradisi kuliner ribuan tahun yang kini berkembang menjadi sajian modern yang inovatif. Paris, Prancis, sebagai pusat haute cuisine, berada di posisi kesembilan.
Kejutan datang dari Jakarta yang berhasil menempati posisi ke-10 dalam daftar ini. Kuliner Indonesia yang kaya rempah menjadi daya tarik utama, dengan rendang sebagai hidangan unggulan yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh pembaca CNN. Selain itu, sate, nasi goreng, dan gado-gado juga menjadi favorit wisatawan.
(CNN/Z-2)
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
Berdasarkan tren pencarian di platform Agoda, minat wisatawan untuk mengunjungi Yogyakarta melonjak signifikan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai destinasi rekreasi yang terus diminati masyarakat, Taman Mini Indonesia Indah memiliki area lahan hijau terbuka serta beragam hiburan yang ramah keluarga.
Destinasi favorit internasional meliputi Singapura, Thailand, dan Malaysia, sedangkan untuk domestik, Bali, Yogyakarta, dan Surabaya masih menjadi primadona.
Di Indonesia, laporan Visa Global Travel Intentions mengungkapkan 68% wisatawan kini mengutamakan pengalaman autentik dan variasi destinasi.
Perayaan ini bukan hanya milik Old Shanghai, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan penuh warna dan keajaiban selama tiga tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved