Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Mengenal Stegosaurus, Dinosaurus Pemakan Tumbuhan yang Mematikan

Asha Bening Rembulan
30/3/2026 23:10
Mengenal Stegosaurus, Dinosaurus Pemakan Tumbuhan yang Mematikan
Kerangka Stegosaurus di Natural History Museum, London(Doc Net Geo )

Stegosaurus merupakan salah satu dinosaurus pemakan tumbuhan yang cukup terkenal. Spesies dinosaurus ini hidup pada akhir Periode Jura, sekitar 150-155 juta tahun yang lalu.

Fosil Stegosaurus pertama kali ditemukan pada tahun 1876 di Colorado dan dilihat memiliki ekosistem kehidupan di Amerika Utara bagian barat dan Eropa.

Meskipun tergolong sebagai dinosaurus pemakan tumbuhan, Stegosaurus merupakan mangsa yang sangat mematikan, bahkan untuk karnivora terbesar pada masanya, yaitu dinosaurus spesies Allosaurus.

Stegosaurus memiliki kepala yang kecil, pelat besar di sepanjang punggungnya, dan ekor berduri yang menjadikannya dinosaurus yang unik. Duri panjang di ekor ini disebut dengan thagomizer yang terbukti menjadi senjata ampuh melawan predator.

Fakta Menarik tentang Stegosaurus

Stegosaurus merupakan anggota terbesar dan paling terkenal dari famili Stegosauridae atau dinosaurus bersisik. Spesies terbesarnya adalah Stegosaurus armatus yang tumbuh mencapai hingga 9 meter panjangnya.

Stegosaurus dijuluki sebagai “kadal beratap” oleh ahli paleontologi abad ke-19. Mereka percaya bahwa lempeng-lempeng pada struktur tubuh dinosaurus ini terbentang rata di sepanjang punggungnya seperti atap sirap.

Sebagian besar bukti dari fosil Stegosaurus menunjukkan bahwa lempeng-lempeng tersebut berselang-seling dalam dua baris dengan sisi runcing menghadap ke atas, dari leher dinosaurus hingga ke punggungnya. Lempeng yang disebut “skuta” ini terbuat dari osteoderm yang tidak padat. 

Uniknya, lempeng-lempeng ini memiliki struktur seperti kisi dan pembuluh darah di seluruh permukaannya. Pembuluh darah di dalam lempeng menunjukkan fungsinya sebagai pengatur suhu meskipun belum diketahui pasti fungsi lempengnya.

Teori lain mengatakan bahwa lempeng-lempeng tersebut berfungsi sebagai pajangan yang digunakan untuk pamer hingga menarik pasangan. 

Duri-Duri Panjang untuk Menyerang Lawan

Stegosaurus memiliki duri di ujung ekornya yang fleksibel dan mengarah keluar dari samping. Para ilmuwan menduga duri-duri ini digunakan untuk pertahanan diri terhadap predator.

Bukti menunjukkan bahwa 10% duri yang ditemukan pada fosil Stegosaurus rusak di ujungnya sehingga memperkuat asumsi ilmuwan mengenai fungsi pertahanan dari dari thagomizer tersebut. Selain itu, para ilmuwan juga menemukan fosil Allosaurus yang memiliki luka tusukan thagomizer.

Meskipun memiliki alat perlawanan diri dan mampu menyerang predator, Stegosaurus tidak dapat bergerak dengan cepat karena ketidakseimbangan panjang kaki yang dimilikinya. Langkah kaki belakang Stegosaurus akan lebih cepat daripada langkah kaki depannya.

Selain itu, dengan tengkorak yang runcing dan sempit, Stegosaurus memiliki postur kepala menunduk yang tidak biasa akibat tungkai depannya lebih pendek dibandingkan tungkai belakangnya. 

Benarkah Stegosaurus Bodoh?

Meski tubuhnya kekar dan besar, Stegosaurus memiliki kepala yang kecil dengan ukuran rongga otak mirip dengan otak anjing. Bahkan, otak milik Stegosaurus dapat dipegang dengan satu tangan.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir atau bertindak secara rumit kemungkinan tidak dimiliki oleh dinosaurus ini. Rasio otak terhadap tubuh yang tidak proporsional menjadikan Stegosaurus sebagai dinosaurus terbodoh.

Namun, penelitian terkini membantah gagasan tersebut. Beberapa teori menyatakan bahwa Stegosaurus memiliki “otak kedua” yang merupakan gugusan saraf untuk memberikan keunggulan dalam pertahanan, mengendalikan ekor dalam pertarungan saat otak yang sebenarnya mengendalikan tubuh.

Ilmuwan lain percaya bahwa struktur otak kedua tersebut menjadi tempat penyimpanan nutrisi atau energi yang menjadikannya cadangan alami bagi Stegosaurus ketika makanan menjadi langka.

Sumber: National Geographic



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya