Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Jejak Dinosaurus 150 Juta Tahun Diduga Milik Hewan Pincang, Begini Kata Ilmuwan

Abi Rama
16/3/2026 23:29
Jejak Dinosaurus 150 Juta Tahun Diduga Milik Hewan Pincang, Begini Kata Ilmuwan
Ilustrasi(Freepik.com)

PARA paleontolog menemukan jejak dinosaurus yang tidak biasa yang telah terawetkan di batuan selama lebih dari 150 juta tahun. Jejak tersebut diduga berasal dari dinosaurus yang kemungkinan berjalan pincang, sehingga meninggalkan pola langkah yang berbeda.

Penemuan ini diumumkan melalui siaran pers dari University of Queensland (UQ). Jejak fosil tersebut ditemukan di sebuah jalur purba di dekat Ouray, Colorado, Amerika Serikat.

Jalur jejak ini memiliki panjang lebih dari 310 kaki atau sekitar 94 meter dan terdiri dari lebih dari 130 tapak kaki. Berdasarkan bentuknya, dinosaurus yang meninggalkan jejak tersebut diperkirakan merupakan hewan berkaki empat dengan leher panjang dari kelompok sauropoda.

Menurut paleontolog UQ, Anthony Romilio, jalur jejak dinosaurus yang panjang dan berkelok seperti ini tergolong sangat langka.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pernah ditemukan jejak serupa di China, tetapi situs tersebut telah rusak akibat longsor batu. Karena itu, jejak di Colorado kini menjadi satu-satunya jalur jejak dinosaurus berkelok yang masih tersisa di dunia.

Diduga Milik Sauropoda Raksasa

Meski spesies pastinya belum diketahui, para peneliti memperkirakan jejak tersebut mungkin dibuat oleh dinosaurus dari kelompok sauropoda yang hidup di wilayah Colorado sekitar 150 juta tahun lalu.

Dua kandidat yang kemungkinan menjadi pembuat jejak tersebut adalah Camarasaurus dan Diplodocus.

Romilio menjelaskan bahwa Camarasaurus memiliki distribusi berat tubuh yang lebih bertumpu pada bagian depan, sehingga dapat dianalogikan seperti kendaraan dengan penggerak roda depan. Hal ini membuat jejak tangan atau kaki depan biasanya lebih dalam dibandingkan jejak kaki belakang.

Sebaliknya, Diplodocus memiliki bobot tubuh yang lebih bertumpu pada bagian pinggul, mirip kendaraan dengan penggerak roda belakang. Akibatnya, jejak kaki belakang dinosaurus ini biasanya lebih dalam daripada jejak tangan.

Para peneliti kemudian melakukan analisis terhadap lebih dari 130 jejak kaki yang ditemukan di jalur tersebut. Dari perbandingan langkah kaki kiri dan kanan, para ilmuwan menemukan perbedaan yang cukup signifikan secara statistik. Perbedaan ini memunculkan dugaan bahwa dinosaurus yang meninggalkan jejak tersebut mungkin mengalami gangguan saat berjalan.

Meski demikian, para peneliti belum dapat memastikan penyebabnya. Romilio mengatakan perbedaan langkah itu bisa saja disebabkan oleh cedera lama yang membuat dinosaurus tersebut berjalan pincang secara permanen. Namun, ada juga kemungkinan bahwa hewan tersebut hanya lebih sering menggunakan satu sisi tubuh dibandingkan sisi lainnya.

Menurutnya, kepastian mengenai penyebabnya sulit diketahui tanpa bukti tambahan.

Jalur Berkelok

Selain perbedaan langkah, jalur jejak dinosaurus ini juga menarik perhatian karena pola pergerakannya yang berkelok membentuk lingkaran panjang.

Para ilmuwan belum mengetahui alasan dinosaurus tersebut bergerak dengan pola seperti itu. Salah satu kemungkinan adalah hewan tersebut sedang menghindari sesuatu di lingkungannya.

Namun, Romilio menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya dinosaurus lain di lokasi tersebut saat jejak itu terbentuk.

Para paleontolog, menurutnya, harus bekerja berdasarkan bukti yang tersedia. Karena itu, dugaan bahwa dinosaurus tersebut sedang menghindari sesuatu masih bersifat spekulatif.

Ditemukan Warga Lokal Sejak Tahun 1950-an

Menariknya, situs jejak dinosaurus ini pertama kali diketahui oleh warga setempat, bukan oleh para ilmuwan. Romilio menjelaskan bahwa penduduk lokal telah mengenal jalur jejak berkelok tersebut sejak pertengahan 1950-an. Lokasi tersebut mudah dijangkau dan sering dikunjungi oleh masyarakat, meskipun belum menjadi objek penelitian ilmiah saat itu.

Sumber: Fox News.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik