Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Waktu di Mars Lebih Cepat dari Bumi, Teori Einstein Kembali Terbukti

Intan Safitri
01/2/2026 13:05
Waktu di Mars Lebih Cepat dari Bumi, Teori Einstein Kembali Terbukti
Penelitian NIST membuktikan waktu di Planet Mars berjalan lebih cepat dari Bumi akibat dilatasi waktu gravitasi. Temuan ini krusial bagi navigasi dan kolonisasi manusia.(Space)

TEORI Relativitas Umum yang dirumuskan Albert Einstein lebih dari seabad lalu kembali mendapatkan konfirmasi mutakhir. Penelitian terbaru dari para fisikawan di National Institute of Standards and Technology (NIST) mengungkapkan waktu di Planet Mars berjalan lebih cepat dibandingkan di Bumi. Temuan ini bukan sekadar trivia sains, melainkan fondasi krusial bagi misi kolonisasi manusia di masa depan.

Efek Dilatasi Waktu Gravitasi

Fenomena perbedaan waktu ini berakar pada konsep Dilatasi Waktu Gravitasi. Dalam teori Einstein, gravitasi bukan hanya gaya tarik, melainkan kelengkungan ruang-waktu. Semakin kuat gravitasi di suatu lokasi, semakin lambat waktu berjalan di sana.

Mars memiliki massa yang jauh lebih kecil daripada Bumi, dengan tingkat gravitasi hanya sekitar 38% dari gravitasi terrestrial. Karena "sumur" gravitasi Mars tidak sedalam Bumi, jam di sana berdetak lebih bebas dan cepat. Berdasarkan perhitungan presisi para ahli menggunakan model jam atom, waktu di Mars rata-rata lebih cepat 477 mikrodetik setiap harinya dibandingkan waktu di Bumi.

Orbit Eksentrik dan Fluktuasi Waktu

Penelitian yang dipimpin oleh fisikawan Neil Ashby dan Bijunath Patla ini juga mengungkap aspek yang lebih kompleks: waktu di Mars tidak berjalan cepat secara konstan. Hal ini disebabkan orbit Mars yang sangat elips (eksentrik) saat mengelilingi Matahari.

Ketika Mars berada pada titik terdekat dengan Matahari (perihelion), tarikan gravitasi Matahari yang lebih kuat sedikit memperlambat waktu di planet tersebut. Sebaliknya, saat berada di titik terjauh (aphelion), waktu kembali melaju lebih cepat. Fluktuasi musiman ini menyebabkan pergeseran tambahan hingga 226 mikrodetik per hari. Jika variabel ini diabaikan, sinkronisasi data antarplanet akan mengalami kegagalan sistematis.

Urgensi bagi Navigasi Antariksa

Mengapa perbedaan yang hanya sepersekian detik ini sangat penting? Dalam dunia navigasi ruang angkasa, akurasi waktu adalah segalanya. Sistem navigasi seperti GPS bergantung pada sinkronisasi waktu hingga tingkat nanodetik.

Tanpa penyesuaian berdasarkan teori Einstein, koordinat pendaratan wahana antariksa bisa meleset hingga beberapa kilometer. Untuk misi berawak yang direncanakan meluncur pada dekade mendatang, kesalahan sekecil apa pun dalam perhitungan waktu dapat berakibat fatal pada sistem pendukung kehidupan dan prosedur pendaratan otomatis. (NIST/The Astronomical Journal/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya