Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TEORI Relativitas Umum yang dirumuskan Albert Einstein lebih dari seabad lalu kembali mendapatkan konfirmasi mutakhir. Penelitian terbaru dari para fisikawan di National Institute of Standards and Technology (NIST) mengungkapkan waktu di Planet Mars berjalan lebih cepat dibandingkan di Bumi. Temuan ini bukan sekadar trivia sains, melainkan fondasi krusial bagi misi kolonisasi manusia di masa depan.
Fenomena perbedaan waktu ini berakar pada konsep Dilatasi Waktu Gravitasi. Dalam teori Einstein, gravitasi bukan hanya gaya tarik, melainkan kelengkungan ruang-waktu. Semakin kuat gravitasi di suatu lokasi, semakin lambat waktu berjalan di sana.
Mars memiliki massa yang jauh lebih kecil daripada Bumi, dengan tingkat gravitasi hanya sekitar 38% dari gravitasi terrestrial. Karena "sumur" gravitasi Mars tidak sedalam Bumi, jam di sana berdetak lebih bebas dan cepat. Berdasarkan perhitungan presisi para ahli menggunakan model jam atom, waktu di Mars rata-rata lebih cepat 477 mikrodetik setiap harinya dibandingkan waktu di Bumi.
Penelitian yang dipimpin oleh fisikawan Neil Ashby dan Bijunath Patla ini juga mengungkap aspek yang lebih kompleks: waktu di Mars tidak berjalan cepat secara konstan. Hal ini disebabkan orbit Mars yang sangat elips (eksentrik) saat mengelilingi Matahari.
Ketika Mars berada pada titik terdekat dengan Matahari (perihelion), tarikan gravitasi Matahari yang lebih kuat sedikit memperlambat waktu di planet tersebut. Sebaliknya, saat berada di titik terjauh (aphelion), waktu kembali melaju lebih cepat. Fluktuasi musiman ini menyebabkan pergeseran tambahan hingga 226 mikrodetik per hari. Jika variabel ini diabaikan, sinkronisasi data antarplanet akan mengalami kegagalan sistematis.
Mengapa perbedaan yang hanya sepersekian detik ini sangat penting? Dalam dunia navigasi ruang angkasa, akurasi waktu adalah segalanya. Sistem navigasi seperti GPS bergantung pada sinkronisasi waktu hingga tingkat nanodetik.
Tanpa penyesuaian berdasarkan teori Einstein, koordinat pendaratan wahana antariksa bisa meleset hingga beberapa kilometer. Untuk misi berawak yang direncanakan meluncur pada dekade mendatang, kesalahan sekecil apa pun dalam perhitungan waktu dapat berakibat fatal pada sistem pendukung kehidupan dan prosedur pendaratan otomatis. (NIST/The Astronomical Journal/Z-2)
Foton berenergi rendah dan tinggi tiba secara bersamaan, sesuai dengan prediksi relativitas khusus Einstein.
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Jam di Mars akan berjalan sedikit lebih cepat daripada di Bumi. Perbedaan ini disebabkan oleh dua faktor utama di tata surya.
Peneliti NIST menemukan waktu di Mars berjalan 477 mikrodetik lebih cepat per hari dibanding Bumi.
Dalam sebuah kolaborasi internasional, ilmuwan telah melakukan penelitian mendalam untuk melacak perkembangan struktur kosmos selama 11 miliar tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved