Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Uji Sinar Gamma Terbaru Kembali Menguatkan Teori Relativitas Einstein

Intan Safitri
09/1/2026 11:11
Uji Sinar Gamma Terbaru Kembali Menguatkan Teori Relativitas Einstein
Albert Einstein(Wikipedia)

LEBIH dari satu abad sejak diperkenalkan, teori relativitas khusus Albert Einstein kembali menunjukkan ketepatannya setelah diuji. 

Penelitian terbaru yang dipublikasikan awal 2026 menunjukkan bahwa kecepatan cahaya tetap konstan, bahkan ketika diuji menggunakan sinar gamma berenergi sangat tinggi yang menempuh jarak kosmik.

Tim ilmuwan internasional memanfaatkan sinar gamma yang berasal dari sumber jauh di alam semesta sebagai alat uji alami. Sinar gamma dipilih karena energinya jauh lebih besar dibanding cahaya tampak, sehingga berpotensi menyingkap penyimpangan kecil yang tidak terdeteksi dalam eksperimen laboratorium biasa. 

Jika kecepatan cahaya ternyata bergantung pada energi, perbedaan waktu tiba antar foton seharusnya bisa diamati setelah menempuh perjalanan miliaran tahun cahaya.

Namun hasilnya tidak menunjukkan hal tersebut. Foton berenergi rendah dan tinggi tiba secara bersamaan, sesuai dengan prediksi relativitas khusus Einstein. Artinya, kecepatan cahaya di ruang hampa tetap sama, tidak peduli seberapa besar energi yang dibawanya.

Penelitian ini secara spesifik menargetkan apa yang dikenal sebagai pelanggaran invariansi Lorentz, sebuah konsep kunci dalam relativitas yang menyatakan bahwa hukum fisika berlaku sama di semua kerangka acuan inersia. 

Beberapa teori fisika modern, terutama yang mencoba menggabungkan relativitas dengan mekanika kuantum, memprediksi adanya pelanggaran kecil pada skala energi ekstrem. Eksperimen sinar gamma ini dirancang untuk mencari celah tersebut.

Alih-alih menemukan retakan, hasil observasi justru mempersempit ruang bagi teori alternatif. Batas toleransi terhadap kemungkinan penyimpangan kini jauh lebih kecil dibanding pengujian sebelumnya. Dengan kata lain, jika fisika baru memang ada di balik relativitas, efeknya lebih halus dari yang diperkirakan banyak model teoretis.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti pencarian fisika baru berhenti. Sebaliknya, hasil ini memberi peta yang lebih jelas tentang ke mana arah riset selanjutnya. Teori-teori baru harus mampu menjelaskan alam semesta tanpa melanggar konsistensi kecepatan cahaya yang semakin terbukti kuat.

Bagi dunia sains, riset ini memperkuat posisi relativitas khusus sebagai fondasi fisika modern. Bagi publik, temuan ini menunjukkan bahwa teori yang lahir pada 1905 masih relevan untuk menjelaskan fenomena paling ekstrem di alam semesta saat ini.

Einstein kembali terbukti benar. Hingga kini, kecepatan cahaya masih menjadi batas kecepatan tertinggi di alam semesta. (Science Daily/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya