Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DI era digital pada 2026, internet bukan lagi sekadar jaringan kabel tak kasat mata, melainkan ekosistem fisik raksasa yang menopang kehidupan manusia. Di jantung ekosistem tersebut terdapat Pusat Data atau Data Center. Mulai dari transaksi perbankan, streaming video 8K, hingga pemrosesan model kecerdasan buatan (AI) yang kompleks, semua bermuara di fasilitas ini.
Namun, pemahaman mengenai pusat data sering kali masih terbatas pada ruangan berisi server. Padahal, evolusi teknologi mengubah pusat data menjadi fasilitas supercanggih yang dikelola oleh AI untuk efisiensi energi dan kecepatan pemrosesan. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu pusat data, fungsi vitalnya, jenis-jenisnya, hingga peran sentral AI di dalamnya.
Secara sederhana, pusat data adalah fasilitas fisik yang digunakan organisasi untuk menampung aplikasi dan data penting mereka. Fasilitas ini terdiri dari jaringan sumber daya komputasi dan penyimpanan yang memungkinkan pengiriman aplikasi dan data bersama.
Komponen utama dalam satu pusat data meliputi:
Di tahun 2026, fungsi data center meluas melampaui sekadar penyimpanan. Berikut fungsi utamanya:
Pusat data diklasifikasikan berdasarkan kepemilikan, ukuran, dan tingkat keandalannya (Tier).
Uptime Institute mengklasifikasikan data center menjadi 4 tingkatan:
| Tier | Deskripsi Singkat | Uptime (Ketersediaan) |
|---|---|---|
| Tier I | Kapasitas dasar, tanpa redundansi (cadangan). | 99.671% |
| Tier II | Memiliki redundansi pada komponen daya dan pendingin. | 99.741% |
| Tier III | Concurrently Maintainable. Bisa diperbaiki tanpa mematikan sistem. Standar umum industri saat ini. | 99.982% |
| Tier IV | Fault Tolerant. Redundansi penuh (2N+1). Tahan terhadap kegagalan sistem fatal. | 99.995% |
Kecerdasan buatan (AI) memiliki hubungan simbiotik dengan pusat data. AI membutuhkan data center untuk hidup dan data center membutuhkan AI untuk beroperasi secara efisien.
Manusia tidak lagi sanggup memantau ribuan parameter server secara manual. AI digunakan untuk:
Data center modern kini didesain ulang untuk menampung rak server dengan kepadatan tinggi (High Density) yang berisi GPU (Graphics Processing Unit). Karena chip AI menghasilkan panas yang luar biasa, teknologi pendingin udara mulai digantikan oleh Liquid Cooling (pendingin cair) yang lebih efisien.
Pertumbuhan data center memicu konsumsi listrik global yang masif. Di Indonesia, pemerintah dan pelaku industri kini berfokus pada Green Data Center. Ini mencakup penggunaan energi terbarukan (surya/angin) dan material bangunan yang ramah lingkungan untuk mencapai target Net Zero Emission.
Pusat data bukan lagi sekadar gudang digital, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Memahami fungsi dan jenisnya membantu kita mengapresiasi kompleksitas di balik layar gawai yang kita gunakan setiap hari.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved