Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pusat Data (Data Center): Fungsi, Jenis, dan Transformasi AI

Wisnu Arto Subari
30/1/2026 00:06
Pusat Data (Data Center): Fungsi, Jenis, dan Transformasi AI
Ilustrasi.(Freepik)

DI era digital pada 2026, internet bukan lagi sekadar jaringan kabel tak kasat mata, melainkan ekosistem fisik raksasa yang menopang kehidupan manusia. Di jantung ekosistem tersebut terdapat Pusat Data atau Data Center. Mulai dari transaksi perbankan, streaming video 8K, hingga pemrosesan model kecerdasan buatan (AI) yang kompleks, semua bermuara di fasilitas ini.

Namun, pemahaman mengenai pusat data sering kali masih terbatas pada ruangan berisi server. Padahal, evolusi teknologi mengubah pusat data menjadi fasilitas supercanggih yang dikelola oleh AI untuk efisiensi energi dan kecepatan pemrosesan. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu pusat data, fungsi vitalnya, jenis-jenisnya, hingga peran sentral AI di dalamnya.

Apa Itu Pusat Data (Data Center)?

Secara sederhana, pusat data adalah fasilitas fisik yang digunakan organisasi untuk menampung aplikasi dan data penting mereka. Fasilitas ini terdiri dari jaringan sumber daya komputasi dan penyimpanan yang memungkinkan pengiriman aplikasi dan data bersama.

Komponen utama dalam satu pusat data meliputi:

  • Infrastruktur Komputasi: Server, rak server, dan prosesor (CPU/GPU).
  • Infrastruktur Jaringan: Router, switch, firewall, dan kabel serat optik.
  • Infrastruktur Penyimpanan: Hard drive, SSD, dan sistem backup tape.
  • Infrastruktur Pendukung (Facility): Sistem pendingin (cooling), suplai daya (UPS & generator), dan keamanan fisik biometrik.

Fungsi Utama Pusat Data

Di tahun 2026, fungsi data center meluas melampaui sekadar penyimpanan. Berikut fungsi utamanya:

  1. Penyimpanan & Manajemen Data: Menyimpan triliunan gigabyte data pengguna, mulai dari email hingga database kependudukan, dengan jaminan keamanan tinggi.
  2. Pemrosesan Aplikasi Bisnis: Menjalankan aplikasi ERP, CRM, dan sistem operasional perusahaan secara real-time tanpa henti (24/7).
  3. Pusat Komputasi AI (AI Training & Inference): Fungsi yang paling dominan di 2026. Data center kini menjadi 'otak' yang melatih model AI generatif dan memproses permintaan AI dari pengguna.
  4. Disaster Recovery: Menjadi cadangan data yang menjamin kelangsungan bisnis jika terjadi bencana alam atau serangan siber.

Jenis-Jenis Pusat Data

Pusat data diklasifikasikan berdasarkan kepemilikan, ukuran, dan tingkat keandalannya (Tier).

1. Berdasarkan Tipe Kepemilikan

  • Enterprise Data Center: Dibangun, dimiliki, dan dioperasikan oleh perusahaan untuk penggunaan internal mereka sendiri (contoh: data center milik bank besar).
  • Colocation Data Center (Colo): Fasilitas sewa saat penyedia menyewakan ruang, daya, dan pendingin, sementara pelanggan membawa server mereka sendiri.
  • Hyperscale Data Center: Fasilitas raksasa yang dimiliki oleh raksasa teknologi (Google, AWS, Microsoft, Meta). Di tahun 2026, fasilitas ini memiliki ribuan hingga jutaan server untuk melayani komputasi awan global.
  • Edge Data Center: Fasilitas kecil yang ditempatkan dekat dengan pengguna akhir (di pinggir jaringan) untuk mengurangi latensi. Sangat krusial untuk teknologi kendaraan otonom dan IoT.

2. Berdasarkan Standar Keandalan (Tier)

Uptime Institute mengklasifikasikan data center menjadi 4 tingkatan:

Tier Deskripsi Singkat Uptime (Ketersediaan)
Tier I Kapasitas dasar, tanpa redundansi (cadangan). 99.671%
Tier II Memiliki redundansi pada komponen daya dan pendingin. 99.741%
Tier III Concurrently Maintainable. Bisa diperbaiki tanpa mematikan sistem. Standar umum industri saat ini. 99.982%
Tier IV Fault Tolerant. Redundansi penuh (2N+1). Tahan terhadap kegagalan sistem fatal. 99.995%

Peran AI dalam Transformasi Data Center 2026

Kecerdasan buatan (AI) memiliki hubungan simbiotik dengan pusat data. AI membutuhkan data center untuk hidup dan data center membutuhkan AI untuk beroperasi secara efisien.

1. AI-Driven Operations (AIOps)

Manusia tidak lagi sanggup memantau ribuan parameter server secara manual. AI digunakan untuk:

  • Optimasi Pendinginan: Algoritma AI mengatur suhu AC secara otomatis berdasarkan beban kerja server secara real-time, menghemat energi hingga 40%.
  • Predictive Maintenance: AI mendeteksi anomali suara atau getaran pada hard drive dan memprediksi kerusakan sebelum alat tersebut mati total.
  • Keamanan Siber: AI memantau lalu lintas jaringan untuk mendeteksi pola serangan DDoS atau malware dalam hitungan milidetik.

2. Infrastruktur Khusus AI

Data center modern kini didesain ulang untuk menampung rak server dengan kepadatan tinggi (High Density) yang berisi GPU (Graphics Processing Unit). Karena chip AI menghasilkan panas yang luar biasa, teknologi pendingin udara mulai digantikan oleh Liquid Cooling (pendingin cair) yang lebih efisien.

Tantangan Masa Depan: Green Data Center

Pertumbuhan data center memicu konsumsi listrik global yang masif. Di Indonesia, pemerintah dan pelaku industri kini berfokus pada Green Data Center. Ini mencakup penggunaan energi terbarukan (surya/angin) dan material bangunan yang ramah lingkungan untuk mencapai target Net Zero Emission.

Pusat data bukan lagi sekadar gudang digital, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Memahami fungsi dan jenisnya membantu kita mengapresiasi kompleksitas di balik layar gawai yang kita gunakan setiap hari.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya