Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi foto anak menjadi konten tidak senonoh (deepfake) menjadi peringatan keras bagi para orang tua. Kasus yang mencuat belakangan ini membuktikan bahwa pelaku kejahatan siber tidak lagi memerlukan interaksi fisik untuk mengeksploitasi korban; mereka hanya membutuhkan data biometrik wajah yang tersedia bebas di media sosial.
Di era di mana "sharenting" (kebiasaan orang tua membagikan foto anak) menjadi lumrah, keamanan privasi anak sering kali terabaikan. Sebagai langkah preventif jangka panjang, berikut adalah 7 panduan krusial bagi orang tua untuk meminimalkan risiko pencurian identitas dan manipulasi AI pada anak.
Langkah pertama adalah kesadaran diri. Tanyakan pada diri Anda: "Apakah foto ini perlu dilihat oleh publik?". Jejak digital bersifat abadi. Mengurangi frekuensi unggahan foto wajah anak secara drastis adalah cara paling efektif memutus pasokan data bagi algoritma AI generatif.
Algoritma deepfake bekerja paling optimal dengan foto wajah yang jelas, memiliki pencahayaan baik, dan beresolusi tinggi.
Tips: Jika ingin membagikan momen, usahakan mengambil angle dari samping, belakang, atau gunakan foto long shot (jarak jauh) di mana fitur wajah anak tidak teridentifikasi dengan detail.
Mempersulit kinerja AI bisa dilakukan dengan merusak integritas visual foto. Menutup sebagian wajah anak dengan stiker digital atau memberikan watermark nama pada foto dapat membingungkan algoritma pengenalan wajah (facial recognition) yang digunakan oleh pelaku kejahatan.
Pastikan akun media sosial tempat Anda menyimpan kenangan anak berada dalam mode Private (Terkunci). Jangan biarkan akun bersifat publik.
Penting: Lakukan audit berkala terhadap daftar pengikut (followers). Hapus akun-akun yang tidak Anda kenal secara personal atau terlihat mencurigakan (bot accounts).
Anak-anak generasi Alpha tumbuh berdampingan dengan kamera. Ajarkan mereka bahwa tubuh dan wajah mereka adalah privasi. Mintalah izin kepada anak sebelum memotret atau mengunggah foto mereka. Ini membangun kesadaran bahwa mereka memiliki hak untuk menolak didokumentasikan, yang akan menjadi benteng pertahanan mereka saat beranjak remaja.
Platform besar seperti Google, Apple, dan Meta memiliki fitur kontrol orang tua (Parental Control). Aktifkan fitur ini untuk memantau aktivitas daring anak dan mencegah mereka mengunggah foto diri (selfie) secara sembarangan ke platform yang tidak aman.
Orang tua wajib melek hukum. Di Indonesia, manipulasi foto yang bermuatan asusila dapat dijerat dengan UU ITE dan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Jika menemukan foto anak Anda disalahgunakan, jangan ragu untuk segera mengumpulkan bukti tangkapan layar (screenshot) dan melaporkannya ke unit Cyber Crime Polri atau melalui kanal aduan Kemkomdigi.
Teknologi AI akan terus berkembang semakin canggih. Kita tidak bisa menghentikan laju teknologi, namun kita bisa memperkuat benteng pertahanan keluarga. Melindungi privasi anak di dunia maya saat ini sama pentingnya dengan menjaga keselamatan mereka di dunia nyata. (Z-10)
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Tindakan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam melindungi perempuan, anak-anak, dan seluruh elemen masyarakat dari risiko kejahatan digital.
Pemerintah Indonesia memblokir sementara Grok AI milik Elon Musk karena risiko pornografi deepfake non-konsensual dan ancaman keamanan digital.
IWF menemukan bukti Grok AI milik Elon Musk digunakan jaringan kriminal untuk membuat konten asusila anak (CSAM). Parlemen Inggris bereaksi keras.
Komisi I DPR RI mendesak Komdigi memblokir platform X jika gagal mengendalikan Grok AI yang memproduksi konten pornografi deepfake. Negara tak boleh kalah.
Pelajari cara menghentikan Google melacak aktivitas Anda dan lindungi privasi digital dengan panduan lengkap nonaktifkan pelacakan dan hapus data.
Etika media sosial modern: Batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan? Panduan lengkap untuk bermedia sosial yang bertanggung jawab & hindari masalah. klik sekarang!
Lindungi privasi digitalmu! Tips ampuh menjaga data pribadi di media sosial. Amankan akun & informasi sensitif dari ancaman online. Klik sekarang!
Hapus jejak digitalmu! Panduan lengkap cara menghilangkan informasi pribadi dari internet. Privasi online aman & terkendali. Klik sekarang!
Buku The Indonesian Next Leader diluncurkann dalam rangkaian acara HUT Ke-54 Media Indonesia pada Kamis (1/2). Berikut adalah tokoh berpotensi jadi pemimpin Indonesia dari klaster akademisi:
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved