Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Diimbau Lakukan Investasi Terarah untuk Jadi Negara Digital Terdepan di Asia-Pacific

Rifaldi Putra Irianto
12/12/2025 15:41
Indonesia Diimbau Lakukan Investasi Terarah untuk Jadi Negara Digital Terdepan di Asia-Pacific
Head of Asia Pacific at the GSMA, Julian Gorman (kiri)(MI/Rifaldi Putra Irianto)

GLOBAL System for Mobile Communications Association (GSMA) mengimbau Indonesia untuk melakukan percepatan transformasi digital, agar dapat masuk ke jajaran negara digital terdepan di kawasan Asia Pasifik.

Berbicara pada kegiatan Digital Nation Summit di Jakarta, GSMA menekankan setidaknya ada tiga bentuk investasi yang bisa dilakukan Indonesia untuk menempatkan diri sebagai negara digital terdepan di kawasan Asia-Pacific, yakni pengembangan spektrum jaringan, perluasan cakupan di wilayah pedesaan, dan pembangunan infrastruktur siap AI (Artificial Intelligence).

"Skala Indonesia, energi kewirausahaan, dan populasi muda yang terhubung memberi peluang kuat bagi negara ini untuk memimpin. Prioritas saat ini adalah investasi yang tepat sasaran mencakup spektrum yang terjangkau dan dapat diprediksi, backhaul yang tangguh, serta pusat data siap AI yang berkelanjutan dan didukung perlindungan konsumen yang jelas," kata Head of Asia Pacific at the GSMA, Julian Gorman, dalam kegiatan Digital Nation Summit, Rabu (10/12).

Berdasarkan laporan GSMA, disebut bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia menunjukkan minat terbesar di kawasan Asia Tenggara terhadap transformasi digital. Survei GSMA yang dilakukan lebih dari 580 perusahaan di ASEAN menunjukkan kalau pelaku bisnis di Indonesia memiliki minat tinggi untuk melakukan transformasi digital, dengan perkiraan mereka bersedia mengalokasikan rata-rata 10% dari pendapatan mereka untuk transformasi digital antara 2025 hingga 2030.

Sebanyak 2/3 responden menempatkan AI dalam tiga besar area pengeluaran mereka. Sementara lebih dari setengahnya menganggap IoT berbasis 5G sebagai faktor penting bagi pertumbuhan di masa depan, menegaskan ambisi Indonesia untuk memanfaatkan teknologi generasi berikutnya demi meningkatkan daya saing dan keamanan.

"Namun sayang, dari sudut pandang infrastruktur, Indonesia sedikit lambat, dan kami baru saja menerbitkan laporan hari ini yang menyebut bahwa Lebih dari 100 juta orang di wilayah Asia Pasifik masih berada di luar jangkauan broadband seluler, di mana komunitas pedesaan, termasuk yang ada di Indonesia, terdampak secara tidak proporsional," jelas Julian.

GSMA menilai, Indonesia harus segera melakukan investasi digital yang tepat sasaran. Karena menurut survei, gelombang investasi 5G berikutnya di Indonesia berpotensi menghasilkan tambahan senilai US$41 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional antara 2024 hingga 2030, menegaskan dampak ekonomi transformatif dari konektivitas digital.

"Dengan sinyal kebijakan yang kuat dan eksekusi lintas sektor, Indonesia dapat berinovasi dengan menarik modal swasta, memperkuat pertahanan terhadap penipuan, dan mempercepat pertumbuhan inklusif di seluruh nusantara," terang Julian.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik