Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI digital di Indonesia memasuki fase percepatan setelah Salesforce mengumumkan ketersediaan Agentforce dalam Bahasa Indonesia pada awal Desember 2025.
Peluncuran ini menandai langkah penting dalam memperluas akses teknologi kecerdasan artifisial (AI) agentik, jenis AI otonom yang mampu mengambil tindakan langsung dan berkolaborasi dengan manusia dalam berbagai proses bisnis.
Dengan hadirnya Agentforce Service dan Employee Agent dalam Bahasa Indonesia, perusahaan-perusahaan nasional kini memiliki peluang untuk mengoptimalkan efisiensi operasional, meningkatkan layanan pelanggan, dan memperkuat produktivitas tenaga kerja.
Ketersediaan Agentforce dalam Bahasa Indonesia hadir pada momentum signifikan. Pemerintah Indonesia memasang target ambisius untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi sebelum 2045, yang mengharuskan pertumbuhan ekonomi mencapai level 7%–8% dalam beberapa dekade mendatang.
Salah satu motor penggerak yang diandalkan adalah peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi AI. Berbagai studi memperkirakan bahwa AI memiliki potensi menyumbang hingga US$366 miliar terhadap PDB Indonesia dalam lima tahun ke depan, menjadikannya salah satu sumber pertumbuhan terbesar di era digital.
Salesforce menekankan Agentforce dirancang untuk mendorong perusahaan bertransformasi menjadi Agentic Enterprise, model kerja yang mengintegrasikan manusia dan agen AI dalam satu ekosistem operasional.
Presiden Direktur Salesforce Indonesia Andreas Diantoro menjelaskan, Indonesia berada pada posisi strategis dalam adopsi AI agentik.
"Salesforce memiliki posisi yang strategis untuk membantu mendorong visi ekonomi Indonesia menuju tahap berikutnya," katanya dalam keterangan resmi.
Tahap yang dimaksud ialah membantu bisnis menjadi Agentic Enterprise, sebuah model kerja baru, yakni AI meningkatkan kapasitas manusia, bukan menggantikannya," ujarnya.
Ia menjelaskan keunggulan utama Agentforce terlihat pada dua pilar utamanya. Pertama, Agentforce Service yang berfungsi sebagai platform layanan pelanggan generasi berikutnya. Platform ini mampu memberikan layanan 24 jam non-stop, menyelesaikan kasus lebih cepat, serta menawarkan dukungan proaktif berdasarkan data real-time.
Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, kemampuan memberikan layanan hiper-personalisasi menjadi kunci diferensiasi. Salesforce menjelaskan bahwa agen AI dalam Agentforce Service tidak hanya menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi juga dapat memprediksi kebutuhan mereka dan menyarankan langkah optimal bagi tim layanan.
Pilar kedua adalah Employee Agent, agen AI yang bertindak sebagai asisten digital bagi karyawan. Employee Agent mampu mengotomatisasi tugas administratif seperti menjadwalkan rapat, menyiapkan rangkuman informasi, memperbarui peluang bisnis, hingga membantu onboarding karyawan baru.
Dengan tugas-tugas repetitif yang dialihkan kepada agen AI, karyawan dapat fokus pada pekerjaan yang berdampak strategis bagi bisnis. Hal ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan pengalaman kerja yang lebih produktif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. (E-1)
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved