Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bukan Sekadar Chatbot, ini Peran AI dalam Operasional Bank

Abi Rama
24/11/2025 18:55
Bukan Sekadar Chatbot, ini Peran AI dalam Operasional Bank
Founder dan CEO kata.ai, Irzan Raditya saat memaparkan dampak AI terhadap Bank di Jakarta, Senin (24/11/2025).(MI/Abi)

KENAPA dunia perbankan membutuhkan kecerdasan buatan (AI)? Pernahkan pertanyaan tersebut terlintas di benak Anda? Memangnya, apa saja kegunaan AI untuk membantu lembaga penyimpan dana bagi banyak orang ini.

Seorang experts sekaligus Co-Founder dan CEO Kata.ai, Irzan Raditya menegaskan bahwa AI bukan lagi opsi tambahan, melainkan pilihan wajib untuk efisiensi dan keamanan Bank.

Dalam pemaparannya, Irzan menyebut bahwa AI bekerja dengan modal berupa data. Di sisi lain, industri perbankan merupakan sektor dengan volume data raksasa, mulai dari transaksi, dokumen, perilaku nasabah, hingga pola risiko.

Kombinasi antara data yang sangat kaya dan kebutuhan operasional yang kompleks menjadikan perbankan sebagai industri paling siap dan paling membutuhkan teknologi satu ini.

Hemat Waktu dan Biaya

Menurut Irzan, banyak proses internal bank yang bersifat repetitif dan memakan waktu. Kegiatan seperti verifikasi dokumen, pengecekan data, hingga penyusunan laporan dapat dilakukan dengan cepat oleh AI, pekerjaan ini dapat dipangkas hingga 40%, memberi ruang bagi karyawan untuk fokus pada keputusan strategis, bukan hanya tugas administratif.

Tak hanya percepat proses, menurut Irzan AI juga dapat mengurangi human error, terutama dalam proses manual seperti input data dan pengecekan kepatuhan (compliance).

“AI itu hadir sebagai teknologi yang bergerak dengan data. Data itu bisa dibilang adalah bensinnya AI. Tanpa data, tidak bisa bergerak. Dan layar perbankan pastinya bergerak dengan berbagai macam data dan juga sangat banyak scaterring,” ujarnya dalam sesi edukasi mengenai AI di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Menekan Fraud hingga 30% lewat Deteksi Pola Lebih Cerdas

Dunia finansial berada dalam risiko konstan terhadap penipuan. Irzan mengungkap bahwa AI kini mampu mendeteksi pola-pola fraud lebih cepat dan akurat dibanding sistem tradisional. Misalnya, seperti aktivitas transaksi mencurigakan, pola perilaku akun abnormal, hingga upaya pencurian identitas menggunakan voice cloning atau data palsu.

AI mampu menangkap anomali dalam hitungan detik, jauh sebelum kerugian terjadi.

Irzan menegaskan, teknologi ini sangat relevan karena kerugian akibat fraud dan digital scam di Indonesia telah mencapai Rp 7,8 triliun hanya dalam 12 bulan terakhir.

Membantu Mencegah Pencucian Uang

Teknologi AI juga berperan dalam memonitor alur transaksi secara berkala. Implementasi AI dapat menurunkan risiko pencucian uang hingga 15% apabila diterapkan dengan benar.

AI bukan hanya mengenali transaksi mencurigakan, tetapi juga mampu:

  • Mengidentifikasi jaringan akun terkait,
  • Menilai pola uang berputar secara abnormal,
  • Memberikan rekomendasi tindakan bagi tim kepatuhan (Anti-Fraud).

Memperkuat Penilaian Risiko Kredit

Perbankan hidup dari kredit. Namun salah menentukan profil peminjam dapat berdampak besar. Dalam hal ini AI dapat membantu bank melakukan hal berikut untuk menilai kualitas calon nasabah penimjam.

  • Menganalisis perilaku finansial calon peminjam
  • Memprediksi tingkat risiko gagal bayar
  • Membaca pola transaksi mikro yang biasanya luput oleh analis manusia.

Dalam paparanny, Irzan menyebut jika dilakukan oleh AI akurasi penilaian risiko meningkat hingga 15% dibandingkan secara manual oleh manusia.

Membuka Peluang Hyper-Personalization Marketing

Dengan AI, bank tidak lagi mengirim satu pesan promosi untuk semua nasabah. AI dapat mempelajari kebiasaan nasabah, menyesuaikan penawaran, menentukan waktu terbaik mengirim pesan, bahkan mengatur desain visual berbeda untuk profil berbeda.

Irzan memberi contoh bagaimana AI mampu membuat puluhan ribu variasi materi promosi yang disesuaikan dengan DNA tiap nasabah, hal ini merupakan sesuatu yang mustahil jika dilakukan manual.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya