Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Chris Pratt Rela Disiksa di Kursi Eksekusi Demi Film Thriller AI Terbaru 'Mercy'

Thalatie K Yani
20/1/2026 08:55
Chris Pratt Rela Disiksa di Kursi Eksekusi Demi Film Thriller AI Terbaru 'Mercy'
Keluar dari zona nyaman, Chris Pratt berperan sebagai detektif yang diadili hakim AI dalam film 'Mercy'. (2025 Amazon Content Services LLC)

CHRIS Pratt, yang selama ini dikenal lewat peran jenaka di Guardians of the Galaxy dan aksi heroik di Jurassic World, kini tampil beda dalam film terbarunya yang berjudul Mercy. Tak tanggung-tanggung, demi totalitas akting, Pratt secara khusus meminta sutradara Timur Bekmambetov untuk menguncinya di kursi eksekusi sungguhan selama proses syuting.

Dalam film thriller sci-fi ini, Pratt berperan sebagai Chris Raven, seorang detektif pembunuhan pecandu alkohol yang dituduh membunuh istrinya. Raven terbangun di kursi eksekusi dengan kondisi mabuk berat dan hanya memiliki waktu 90 menit untuk meyakinkan hakim berbasis kecerdasan buatan (AI) bahwa ia tidak bersalah, atau ia akan langsung dieksekusi.

Totalitas Tanpa Humor

Pratt mengungkapkan peran ini adalah tantangan besar karena ia tidak bisa mengandalkan sisi jenaka yang menjadi ciri khasnya.

"Saya tidak pernah memainkan karakter seperti ini sebelumnya, dalam genre seperti ini," ujar Pratt kepada BBC News. "Saya tidak bisa mengandalkan hal yang biasa saya bawa ke dalam peran, di mana saya sedikit konyol dan polos. Ini serius."

Ia menjelaskan alasannya bersedia dikunci di kursi eksekusi selama 50 menit sekaligus. "Saya pikir ini akan membantu menjiwai performa, memberikan perasaan klaustrofobia dan terjebak. Saya berkeringat, jadi jika wajah saya gatal, saya tidak bisa menggaruknya, dan saya tidak bisa berdiri," ungkapnya.

Dunia Tanpa Juri dan Banding

Mercy mengeksplorasi dunia di mana pengawasan digital diterapkan secara total dan AI digunakan untuk menekan angka kriminalitas. Raven diadili Hakim AI bernama Maddox (diperankan Rebecca Ferguson). Di sistem pengadilan ini, tidak ada juri atau kesempatan banding, dengan tingkat eksekusi mencapai 92%.

"Lakukan kejahatan hari ini, kamu akan mati besok," kata Pratt menggambarkan sistem brutal tersebut.

Meski film ini berakar pada fiksi, Pratt secara pribadi tetap menjunjung tinggi nilai hukum konvensional dibandingkan sistem AI yang dingin. "Saya percaya pada juri dari rekan-rekan sejawat dan hak untuk dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah," tegasnya.

Masa Depan di Marvel

Di luar kesibukan promosi Mercy, Pratt juga menanggapi rumor kembalinya karakter Star-Lord dalam film Avengers: Doomsday mendatang. Meski masih merahasiakan detailnya, ia memberikan sinyal positif.

"Di akhir Guardians of the Galaxy Volume 3, mereka berjanji bahwa Star-Lord yang legendaris akan kembali. Doa saya adalah ketika itu terjadi, sayalah yang memainkannya," ujarnya sembari tersenyum. "Saya tahu Marvel sedang sibuk memasak banyak hal di dapur mereka saat ini, dan saya hanya sejauh panggilan telepon." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya