Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Meta Mulai Nonaktifkan Akun Facebook dan Instagram Remaja Australia di Bawah 16 Tahun

Thalatie K Yani
20/11/2025 06:34
Meta Mulai Nonaktifkan Akun Facebook dan Instagram Remaja Australia di Bawah 16 Tahun
Meta umumkan kepada pengguna di Australia berusia di bawah 16 tahun bahwa akun Facebook, Instagram, dan Threads mereka akan dinonaktifkan mulai 10 Desember.(freepik)

META mulai memberlakukan aturan baru pemerintah Australia yang melarang penggunaan media sosial bagi remaja di bawah usia 16 tahun. Mulai Kamis, para pengguna yang tercatat berusia di bawah batas tersebut akan menerima pemberitahuan akun mereka akan dinonaktifkan paling lambat 10 Desember.

Meta menyatakan pengguna terdampak akan mendapatkan notifikasi melalui pesan di aplikasi, email, dan SMS. Pemberitahuan diberikan 14 hari sebelum akses benar-benar dicabut. Kebijakan ini berlaku untuk Facebook, Instagram, dan Threads, sementara Messenger dikecualikan. Namun, Meta perlu menyiapkan mekanisme agar pengguna tetap dapat mengakses Messenger tanpa akun Facebook.

Perusahaan memastikan mulai 4 Desember akses ke akun yang ada akan dihentikan secara bertahap, dan pendaftaran akun baru bagi pengguna di bawah 16 tahun juga akan diblokir. Semua akun terdampak tidak akan bisa diakses sepenuhnya pada 10 Desember.

Remaja yang akunnya dinonaktifkan dapat mengunduh unggahan, pesan, serta konten Reels mereka. Akses ke akun akan dikembalikan setelah mereka berusia 16 tahun, atau mereka dapat memilih menghapus akun secara permanen.

“Ketika Anda berusia 16 tahun dan dapat kembali mengakses aplikasi kami, seluruh konten Anda akan tersedia persis seperti yang Anda tinggalkan,” ujar Mia Garlick, Direktur Kebijakan Regional Meta. Ia juga meminta orang tua memastikan tanggal lahir anak terdaftar dengan benar di akun media sosial mereka.

Meta mengatakan akan mengirimkan pemberitahuan kepada semua akun yang “dipahami” sebagai akun di bawah 16 tahun, tetapi tidak menjelaskan metode penentuan usia tersebut demi mencegah potensi upaya menghindari aturan. Jika terjadi kesalahan penandaan, pengguna yang sebenarnya berusia 16 tahun atau lebih dapat melakukan verifikasi melalui facial age assurance, dengan mengirim video selfie, atau menggunakan identitas resmi melalui teknologi verifikasi usia Yoti.

Meta mengakui sistem estimasi usia tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan. Namun menyebut metode ini sebagai cara yang paling tidak invasif terhadap privasi.

Perusahaan juga sedang menyelidiki masalah teknis yang menyebabkan pengguna yang memasukkan usia di bawah 16 tahun tidak bisa membuat akun Instagram baru. Meta menegaskan masalah tersebut tidak terkait dengan aturan baru ini.

Meski mematuhi larangan tersebut, Meta tetap berpendapat bahwa pengaturan akun remaja, yang membatasi interaksi, periklanan, serta menyediakan kontrol orangtua, merupakan alternatif yang lebih baik dibandingkan larangan total. Meta juga menyatakan mendukung adanya verifikasi usia melalui toko aplikasi.

“Sementara kami berupaya keras menghapus seluruh pengguna yang kami pahami berusia di bawah 16 tahun sebelum 10 Desember, kepatuhan terhadap hukum akan menjadi proses yang berlapis dan berkelanjutan,” ujar Antigone Davis, Kepala Keamanan Global Meta.

Meta menjadi perusahaan teknologi pertama yang mengumumkan langkah pemenuhan aturan sebelum tanggal efektif 10 Desember. Larangan ini mencakup Facebook, Instagram, TikTok, X, YouTube, Snapchat, Reddit, dan Kick. TikTok dan Snapchat telah menyatakan akan mematuhi aturan tersebut.

Sementara itu, YouTube masih berpendapat tidak seharusnya termasuk dalam larangan dan belum menyatakan apakah akan mematuhi aturan. Platform tersebut sebelumnya mengindikasikan potensi langkah hukum. Politisi Libertarian NSW, John Ruddick, juga berencana mengajukan uji materi ke pengadilan tinggi dengan alasan kebebasan komunikasi politik.

X milik Elon Musk turut menyatakan penolakan terhadap larangan tersebut dan belum mengonfirmasi apakah akan mematuhinya. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik