Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para penggemar astronomi dan pemburu fenomena langit, November 2025 menjadi momen yang ditunggu-tunggu dengan kedatangan hujan meteor Leonid. Leonid terkenal karena memiliki periode di mana ia dapat menghasilkan "badai meteor" yang spektakuler, meskipun hal ini tidak terjadi setiap tahun.
Berdasarkan prediksi astronomi, puncak aktivitas hujan meteor Leonid pada tahun 2025 diprediksi akan terjadi pada:
Hujan meteor Leonid berasal dari puing-puing komet 55P/Tempel-Tuttle. Saat Bumi melewati jalur orbit komet ini, partikel-partikel kecil (disebut meteoroid) memasuki atmosfer bumi dan terbakar, menciptakan jejak cahaya yang dikenal sebagai "bintang jatuh".
Pada puncak tahunan normal (seperti yang diprediksi untuk tahun 2025), Leonid diperkirakan akan menghasilkan laju pengamatan antara 10 hingga 15 meteor per jam (ZHR - Zenithal Hourly Rate). Meskipun angka ini mungkin tidak setinggi hujan meteor lain, Leonid dikenal sebagai meteor yang bergerak sangat cepat, meninggalkan jejak terang dan panjang di langit.
Untuk memaksimalkan pengalaman Anda menyaksikan hujan meteor Leonid, ikuti tips berikut:
Sumber: planetary.org, space.com, phys.org
PUNCAK hujan meteor akan terjadi hari ini. Fenomena astronomi tahunan yaitu Hujan Meteor Taurid terjadi pada 4-5 November. Selain hujan meteor Taurid, hujan meteor Leonid juga akan terjadi
Fenomena langka hujan meteor akan menghiasi langit dalam beberapa hari mendatang. Hujan meteor Taurid, yang terjadi setiap tahun, akan mencapai puncaknya pada malam tanggal 4-5 November 2024.
PADA November 2024 akan terjadi dua fenomena hujan meteor, yaitu hujan meteor Taurid dan meteor Leonid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved