Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

2 Aplikasi Kencan Gay Dihapus dari App Store Tiongkok

Thalatie K Yani
12/11/2025 06:20
2 Aplikasi Kencan Gay Dihapus dari App Store Tiongkok
Ilustrasi(unsplash)

DUA aplikasi kencan gay paling populer di Tiongkok, Blued dan Finka, tiba-tiba menghilang dari toko aplikasi Apple dan berbagai platform Android di negara itu sejak Selasa (11/11). Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang pengetatan baru terhadap kebebasan komunitas LGBT di tengah meningkatnya kontrol pemerintah terhadap ruang digital.

Meskipun tidak lagi tersedia di toko aplikasi, pengguna yang sudah mengunduh kedua aplikasi tersebut masih bisa mengaksesnya. Baik Blued maupun Finka belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penghapusan ini. Namun, kedua aplikasi itu masih dapat diunduh melalui situs resmi masing-masing.

Dalam pernyataannya kepada Wired, pihak Apple menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan berdasarkan instruksi langsung dari Cyberspace Administration of China (CAC).

“Kami mematuhi hukum di setiap negara tempat kami beroperasi. Berdasarkan perintah dari Cyberspace Administration of China, kami telah menghapus dua aplikasi ini dari toko aplikasi di Tiongkok saja,” ujar Apple.

Apple diketahui memang mengoperasikan toko aplikasi khusus untuk wilayah Tiongkok, yang mengikuti kebijakan sensor digital pemerintah setempat. Beberapa platform internasional seperti Facebook, Instagram, Tinder, dan Grindr juga tidak dapat diakses di negara tersebut.

Blued dan Finka, Ruang Aman yang Terancam

Blued, yang didirikan pada 2012, merupakan aplikasi kencan gay paling populer di Tiongkok dengan lebih dari 40 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Meski telah berkembang ke layanan lain seperti livestreaming, aplikasi ini tetap dikenal sebagai ruang utama bagi komunitas gay di negara itu. Pada 2020, perusahaan induk Blued juga mengakuisisi Finka, platform kencan yang menargetkan generasi muda LGBT.

Secara hukum, homoseksualitas tidak dilarang di Tiongkok. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ruang bagi ekspresi identitas LGBT semakin menyempit. Organisasi masyarakat sipil LGBT banyak yang ditutup, sementara Shanghai Pride, acara kebanggaan terbesar di Tiongkok, dihentikan sejak 2020. Bahkan pada September lalu, sebuah film horor yang menampilkan pasangan gay diubah secara digital menjadi pasangan heteroseksual sebelum dirilis di dalam negeri.

Kekhawatiran dari Komunitas

Seorang pendiri organisasi komunitas LGBT di Tiongkok, yang meminta namanya dirahasiakan karena alasan keamanan, mengaku “sangat terkejut” dengan penghapusan tersebut.

“Ruang hidup bagi minoritas seksual memang terus menyempit selama beberapa tahun terakhir, tapi saya tidak menyangka ruang daring juga kini ikut menyusut,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Bukankah aplikasi seperti Blued justru berkontribusi pada stabilitas dan harmoni sosial? Mengapa mereka dihapus? Saya sulit memahami alasan di balik kebijakan ini.”

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang apakah penghapusan Blued dan Finka bersifat sementara atau permanen. Namun, reaksi publik di dunia maya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam.

Seorang pengguna WeChat menulis, “Blued membuat banyak orang sadar bahwa mereka tidak sendirian; aplikasi ini membawa komunitas yang dulu terpinggirkan menjadi terlihat.”

Pihak Cyberspace Administration of China belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait keputusan ini. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik