Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI kencan daring (online dating) terus mengalami evolusi yang signifikan. Memasuki tahun 2026, data sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa meskipun pasar sudah sangat kompetitif, beberapa nama besar tetap kokoh di puncak.
Namun, ada pergeseran menarik di mana pengguna kini lebih memprioritaskan kualitas koneksi daripada sekadar jumlah kecocokan (match).
Berdasarkan laporan pasar teknologi terbaru, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) menjadi pembeda utama yang menentukan jumlah unduhan. Aplikasi yang mampu menawarkan asisten kencan berbasis AI terbukti lebih diminati oleh generasi muda yang mulai bosan dengan pola konvensional.
Berikut adalah estimasi data unduhan global aplikasi kencan daring sepanjang tahun 2025 merujuk pada laporan Business of Apps dan AppTweak:
| Peringkat | Nama Aplikasi | Estimasi Unduhan (Global) | Fokus Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Tinder | 63,7 Juta | Kecepatan & Popularitas |
| 2 | Bumble | 29,2 Juta | Kendali di Tangan Wanita |
| 3 | Hinge | 21,3 Juta | Hubungan Serius |
| 4 | Badoo | 19,5 Juta | Jaringan Sosial |
| 5 | Boo | 17,7 Juta | Kecocokan Psikologi |
Tinder masih mempertahankan posisinya sebagai aplikasi kencan dengan jumlah unduhan terbanyak di dunia pada 2025. Dengan lebih dari 63 juta unduhan baru, Tinder berhasil memperlebar jarak dengan para pesaingnya. Kunci keberhasilan mereka di tahun 2025 adalah peluncuran fitur "AI Photo Selector" yang membantu pengguna memilih foto profil terbaik secara otomatis untuk meningkatkan peluang mendapatkan match.
Di Indonesia, langganan Tinder Gold atau Platinum tetap populer dengan kisaran harga mulai dari Rp150.000 hingga Rp500.000 per bulan, tergantung pada paket dan promo yang tersedia.
Meskipun Tinder mendominasi pasar, laporan tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pengguna akan keamanan data, yang membuat fitur verifikasi akun menjadi kewajiban bagi semua platform.
Bumble menempati posisi kedua dengan pertumbuhan yang stabil di pasar Eropa dan Asia Tenggara. Pada 2025, Bumble memperkuat identitasnya sebagai platform yang lebih aman bagi perempuan.
Fitur "Deception Detector" berbasis AI miliknya mampu memblokir lebih dari 95% akun palsu dan spam secara otomatis, sebuah langkah yang sangat diapresiasi oleh pengguna yang mengutamakan keamanan.
Meskipun berada di posisi ketiga secara total unduhan, Hinge mencatatkan pertumbuhan tahunan (YoY) tertinggi, yakni mencapai 25,4%. Dengan slogan "Designed to be deleted", Hinge berhasil menarik segmen pengguna yang mencari hubungan jangka panjang.
Pada 2025, algoritma Hinge diklaim semakin akurat berkat fitur "Most Compatible" yang mempelajari perilaku pengguna secara lebih mendalam melalui machine learning.
Satu hal yang menyatukan semua aplikasi populer di tahun 2025 adalah penggunaan AI. Bukan lagi sekadar algoritma pencocokan, AI kini berperan sebagai asisten pribadi. Beberapa fitur yang menjadi standar di tahun 2025 meliputi:
Pasar aplikasi kencan daring di tahun 2025 membuktikan bahwa popularitas saja tidak cukup. Tinder mungkin menang dalam jumlah unduhan, namun Hinge dan Bumble menunjukkan bahwa keamanan dan kualitas interaksi adalah masa depan industri ini. Bagi pengguna, kehadiran teknologi AI memberikan kemudahan, namun kejujuran dalam membangun profil tetap menjadi kunci utama dalam menemukan pasangan yang tepat.
Hinge dan Coffee Meets Bagel sering dianggap terbaik untuk hubungan jangka panjang karena algoritma mereka yang fokus pada kualitas daripada kuantitas.
Ya, fitur dasar Tinder tetap gratis, namun fitur premium seperti melihat siapa yang menyukai Anda memerlukan langganan berbayar.
Gunakan aplikasi yang memiliki fitur verifikasi foto profil secara resmi dan jangan pernah memberikan data keuangan atau informasi pribadi yang terlalu sensitif kepada orang yang baru dikenal secara daring. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved