Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA kebakaran terjadi, setiap detik menjadi penentu. Bagi petugas pemadam, memasuki gedung yang dilalap api berarti menghadapi panas ekstrem, asap tebal, dan risiko yang tidak bisa diprediksi. Kini, sekelompok mahasiswa dan lulusan baru dari Texas tengah mengembangkan robot yang bisa membantu petugas melihat bahaya sebelum mereka melangkah masuk.
Robot bernama FireBot ini dikembangkan startup tahap awal Paradigm Robotics, yang didirikan lulusan teknik Universitas Texas, Siddhart Thakur. Tujuannya sederhana namun krusial, menjelajahi titik terpanas dalam kebakaran dan mengirimkan informasi penting kepada petugas di luar lokasi.
“Kisah FireBot dimulai hampir 13 tahun lalu,” ujar Thakur kepada CNN. “Ketika kebakaran besar di Houston menewaskan lima petugas pemadam. Saya mengenal dua di antaranya, dan sejak itu saya terdorong untuk menciptakan robot yang dapat melindungi petugas dari bahaya kebakaran.”
Sejak usia 10 tahun, Thakur mulai membuat sketsa desain robot. Tiga tahun kemudian, ia mencoba membuat prototipe sederhana dari alat panggangan di halaman belakang rumah. Kini, FireBot telah berkembang menjadi robot seberat 136 kilogram dengan panjang 1,2 meter, terbuat dari baja tahan karat, tungsten, dan titanium. Robot ini dirancang untuk bertahan dari suhu ekstrem, bahan kimia korosif, bahkan reruntuhan bangunan.
“Kami membangun robot darat tanpa awak yang sangat tangguh, dirancang untuk memasuki area berbahaya, memberikan kesadaran situasional, dan menjaga petugas tetap aman,” jelas Thakur.
Versi terbaru, FireBot v4, mampu menahan suhu hingga 650°C selama 15 menit. Dilengkapi kamera termal dan visual serta sensor gas, robot ini dikendalikan dari jarak jauh melalui perangkat genggam dan dapat mengirimkan video serta pembacaan panas secara langsung dari dalam lokasi kebakaran.
Berbeda dari robot pemadam besar seperti Thermite RS3 dari Howe & Howe Technologies atau Colossus buatan Shark Robotics, FireBot berukuran lebih kecil dan fokus pada pengumpulan informasi, bukan pemadaman langsung.
FireBot dikembangkan bersama sejumlah dinas pemadam kebakaran di Texas, termasuk Austin dan Round Rock. “Awalnya kami berpikir robot ini akan menggantikan pekerjaan kami,” kata Kepala Pemadam Round Rock, Shane Glaiser. “Tapi ternyata ini alat bantu yang luar biasa, bukan pengganti.”
Menurut Glaiser, FireBot bisa sangat berguna dalam situasi berisiko tinggi, seperti insiden bahan kimia berbahaya. “Robot ini bisa segera dikerahkan dan mengirimkan data waktu nyata sebelum tim kami masuk,” ujarnya.
Mantan Kepala Pemadam Austin, Richard L. Davis, yang kini menjadi konsultan Paradigm Robotics, menilai FireBot dapat menjadi alat penting dalam operasi penyelamatan. “Kelebihan utama FireBot adalah kemampuannya menahan panas hingga sekitar 1.200 derajat Fahrenheit,” katanya.
“Peralatan pelindung petugas hanya tahan hingga 300 derajat. Jadi, kemampuan FireBot untuk masuk lebih dulu dan mengirimkan informasi bisa menyelamatkan nyawa.”
FireBot masih dalam tahap pengembangan dan uji lapangan. Namun, Thakur dan rekan pendirinya, Krishnan Ram, berharap suatu hari setiap truk pemadam kebakaran dapat membawa robot seperti ini.
“Mimpi kami,” ujar Thakur, “adalah agar setiap petugas pemadam memiliki akses ke robot ini sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih aman.” (CNN/Z-2)
Api melalap bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Koperasi, Lingkungan Pelembak, Kelurahan Dayan Peken, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, dan hingga pukul 22.10 WIB petugas telah memasuki tahap pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
RUMAH di Kampung pasekon RT 03/17 Desa/Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Sabtu (28/3). Kobaran api yang diduga berasal dari ledakan tabung gas.
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Jawa Barat, melaporkan 11 kasus kebakaran besar di Kota Depok pada periode 17-24 Maret 2026.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sedikitnya 44 bangunan yang terdiri dari 20 petak kios dan 24 rumah toko ludes terbakar
Musibah kebakaran melanda rumah di Meruya Utara, Kembangan saat pemiliknya baru pulang silaturahmi Lebaran. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved