Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA kebakaran terjadi, setiap detik menjadi penentu. Bagi petugas pemadam, memasuki gedung yang dilalap api berarti menghadapi panas ekstrem, asap tebal, dan risiko yang tidak bisa diprediksi. Kini, sekelompok mahasiswa dan lulusan baru dari Texas tengah mengembangkan robot yang bisa membantu petugas melihat bahaya sebelum mereka melangkah masuk.
Robot bernama FireBot ini dikembangkan startup tahap awal Paradigm Robotics, yang didirikan lulusan teknik Universitas Texas, Siddhart Thakur. Tujuannya sederhana namun krusial, menjelajahi titik terpanas dalam kebakaran dan mengirimkan informasi penting kepada petugas di luar lokasi.
“Kisah FireBot dimulai hampir 13 tahun lalu,” ujar Thakur kepada CNN. “Ketika kebakaran besar di Houston menewaskan lima petugas pemadam. Saya mengenal dua di antaranya, dan sejak itu saya terdorong untuk menciptakan robot yang dapat melindungi petugas dari bahaya kebakaran.”
Sejak usia 10 tahun, Thakur mulai membuat sketsa desain robot. Tiga tahun kemudian, ia mencoba membuat prototipe sederhana dari alat panggangan di halaman belakang rumah. Kini, FireBot telah berkembang menjadi robot seberat 136 kilogram dengan panjang 1,2 meter, terbuat dari baja tahan karat, tungsten, dan titanium. Robot ini dirancang untuk bertahan dari suhu ekstrem, bahan kimia korosif, bahkan reruntuhan bangunan.
“Kami membangun robot darat tanpa awak yang sangat tangguh, dirancang untuk memasuki area berbahaya, memberikan kesadaran situasional, dan menjaga petugas tetap aman,” jelas Thakur.
Versi terbaru, FireBot v4, mampu menahan suhu hingga 650°C selama 15 menit. Dilengkapi kamera termal dan visual serta sensor gas, robot ini dikendalikan dari jarak jauh melalui perangkat genggam dan dapat mengirimkan video serta pembacaan panas secara langsung dari dalam lokasi kebakaran.
Berbeda dari robot pemadam besar seperti Thermite RS3 dari Howe & Howe Technologies atau Colossus buatan Shark Robotics, FireBot berukuran lebih kecil dan fokus pada pengumpulan informasi, bukan pemadaman langsung.
FireBot dikembangkan bersama sejumlah dinas pemadam kebakaran di Texas, termasuk Austin dan Round Rock. “Awalnya kami berpikir robot ini akan menggantikan pekerjaan kami,” kata Kepala Pemadam Round Rock, Shane Glaiser. “Tapi ternyata ini alat bantu yang luar biasa, bukan pengganti.”
Menurut Glaiser, FireBot bisa sangat berguna dalam situasi berisiko tinggi, seperti insiden bahan kimia berbahaya. “Robot ini bisa segera dikerahkan dan mengirimkan data waktu nyata sebelum tim kami masuk,” ujarnya.
Mantan Kepala Pemadam Austin, Richard L. Davis, yang kini menjadi konsultan Paradigm Robotics, menilai FireBot dapat menjadi alat penting dalam operasi penyelamatan. “Kelebihan utama FireBot adalah kemampuannya menahan panas hingga sekitar 1.200 derajat Fahrenheit,” katanya.
“Peralatan pelindung petugas hanya tahan hingga 300 derajat. Jadi, kemampuan FireBot untuk masuk lebih dulu dan mengirimkan informasi bisa menyelamatkan nyawa.”
FireBot masih dalam tahap pengembangan dan uji lapangan. Namun, Thakur dan rekan pendirinya, Krishnan Ram, berharap suatu hari setiap truk pemadam kebakaran dapat membawa robot seperti ini.
“Mimpi kami,” ujar Thakur, “adalah agar setiap petugas pemadam memiliki akses ke robot ini sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih aman.” (CNN/Z-2)
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore.
UPAYA pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal merek Swallow, belum sepenuhnya tuntas hingga menjelang siang, Rabu (28/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved